Jakarta, PONTAS.ID – Pengelola Pasar Minggu, Jakarta Selatan terkesan membangkang terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.
Bahkan beberapa pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat harus menarik rem darurat untuk kembali ke PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) setelah sebelumnya telah memasuki fase transisi.
Pantauan PONTAS.id di pasar Minggu pada Selasa (3/11/2020), tidak terlihat petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh. Sehingga, baik pengunjung maupun pedagang yang terpapar Covid-19 masuk ke dalam areal pasar tidak terdeteksi.
Ironisnya lagi, meski pengelola pasar menyediakan tempat cuci tangan namun tidak dilengkapi sabun pembersih. Demikian halnya dengan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) juga tidak terlihat di titik akses masuk areal pasar.
Kondisi ini diperparah dengan pedagang dan pengunjung tidak tertib memakai masker serta tidak menjaga jarak.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Pasar dikabarkan tidak bersedia memberikan tanggapan.
“Terkait Protokol Kesehatan yang bisa memberikan jawaban hanya Humas Pasar Jaya,” ungkap salah seorang staf Pengelola Pasar Minggu bernama Sarif kepada PONTAS.id.
Penulis: Fajar Adi Saputra /Yos Casa Nova F
Editor: Pahala Simanjuntak




























