Soal Trotoar, Wali Kota Tak Sepaham dengan Anies

Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak sepaham dengan Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko soal fungsi trotoar.
Menurut Sigit, trotoar atau jalur pedestrian merupakan elemen penting dalam perancangan kota.

“Saat ini tidak lagi berorientasi pada keindahan semata, melainkan juga pada masalah kenyamanan para penggunanya,” katanya usai mengunjungi kantor Kecamatan Tanjung Priok, Selasa (10/9/2019).

Sigit menegaskan, kenyamanan yang dimaksudkannya bisa mengakomodir seluruh kepentingan. “Bukan hanya untuk manusia normal saja, tapi juga diperuntukkan untuk penyandang disabilitas. Dan rencana ke depannya juga bisa difungsikan untuk para pengguna sepeda,” tambahnya.

Dengan kondisi pedestrian antara kantor Wali Kota Jakarta Utara dengan kantor Kecamatan Tanjung Priok dengan jarak sekitar 200 meter itu, Sigit mengatakan dirasakan cukup memenuhi aspek aspek kepentingan.

Dijelaskan dia, saat pihaknya terus memaksimalkan fungsi dan peran dari pedestrian  demi memberikan kenyamanan dan keamanan buat pejalan kaki juga membantu perbaikan kualitas udara Jakarta, khususnya Jakarta Utara.

Namun hal yang disampaikan Sigit berseberangan dengan keinginan Anies Baswedan, “Jangan sampai kita berpandangan bahwa trotoar harus steril dari PKL, trotoar hanya untuk pejalan kaki, tidak,” ujar Anies di Jakarta Selatan, hari Minggu lalu.

Penataan trotoar kata Anies akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah sehingga saling berbagi antara pejalan kaki dengan kegiatan ekonomi.

“Di seluruh dunia, kota-kota modern, maju, juga trotoarnya digunakan untuk kegiatan yang multi purposes, bukan hanya single purpose,” ucap Anies.

Merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan, trotoar memiliki banyak fungsi.

Fungsi yang dimaksud, yakni fungsi sosial dan ekologis, yakni aktivitas bersepeda, interaksi sosial, kegiatan usaha kecil formal, aktivitas pameran di ruang terbuka, jalur hijau (peneduh), dan sarana pejalan kaki dan jaringan utilitas.

Namun, pemanfaatan trotoar untuk kegiatan-kegiatan itu harus memenuhi sejumlah syarat dan tidak mengganggu fungsi utama trotoar untuk pejalan kaki.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here