Wacana Formula E Gunakan APBD, Sutikno: Haram!

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi B DPRD, Sutikno mewanti-wanti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak memakai sepeserpun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk proyek Formula E. Hal itu disampaikannya usai meninjau lokasi sirkuit balap mobil Formula E di Ancol, Rabu (29/12/21).

“Saya haramkan! saya adalah orang yang paling menolak jika nantinya event yang tidak bermanfaat untuk masyarakat ini menggunakan dana APBD,” tegas Sutikno saat diwawancarai pewarta PONTAS.id di lokasi tersebut.

Penolakan itu bukan tanpa alasan, menurutnya tahun 2022 seharusnya difokuskan untuk pemulihan ekonomi lantaran dampak Covid-19. Selama Pandemi melanda Indonesia banyak pihak-pihak yang dirugikan terutama masyarakat.

“Dampak Pandemi Covid-19 ini luar biasa, banyak masyarakat yang tidak berpenghasilan, banyak masyarakat yang di PHK sehingga tidak punya pekerjaan, bahkan banyak UMKM yang gulung tikar. Hal seperti inilah yang harusnya kita dukung demi kesejahteraan mereka,” ucapnya

Ia menjelaskan, kedatangan Komisi B DPRD DKI Jakarta ke kawasan Ancol untuk memastikan dugaan pihaknya atas dana pinjaman Rp1,2 triliun dari Bank DKI yang disinyalir akan digunakan untuk membangun sirkuit Formula E.

“Dari panitia Formula E menyebutkan tidak akan memakai dana APBD, jadi kita pastikan, menurut mereka pembangunan ini (sirkuit) memakai dana dari sponsor, meskipun begitu jika nanti dalam tiga bulan tidak tercapai pembangunannya seperti yang dijanjikan oleh pihak pelaksana maka akan kita evaluasi dan kritisi,” imbuhnya

Tak hanya itu, legislator asal PKB itu menyebutkan bahwa pihaknya meragukan pembangunan sirkuit Formula E yang terkesan asal-asalan. Ia menerangkan, pembangunan ini penuh dengan tanda tanya. Pasalnya, dari awal perencanaan anggaran yang digadang-gadang mencapai triliunan, namun tiba-tiba menurun hanya ratusan miliar.

“Barusan disampaikan sama Dirut PT Jakpro (Gunung) anggaran yang dibutuhkan berkisar 150 miliar saja. Nah, ada apa ini, benar atau tidak anggarannya segitu. Intinya saya pesimis dengan melihat kondisi di lapangan yang seperti ini, tanahnya juga bekas lumpur dan masih mentah. Keadaan ini terlalu dipaksakan, saya khawatir, yang penting proyek ini terlaksana namun pengerjaannya asal jadi,” tandasnya

 

 

Penulis: Rahmat Mauliady/Ahmad Rahmansyah

Editor: Yos Casa Nova

 

Previous articleDPD DIY, Mancari Solusi Dampak Pembangunan Tol Yogyakarta
Next articleTerciduk DPRD, Sirkuit Formula-E Masuk Kawasan Rawa-rawa