Blunder Wali Kota Jakarta Utara, Beni Biki Peringatkan Anies

Jakarta, PONTAS.ID – Tokoh masyarakat Jakarta Utara, Muchtar Beni Biki mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar berhati-hati memilih Wali Kota Jakarta Utara menggantikan Syamsuddin Lologau yang telah memasuki masa pensiun.

Pasalnya, dinamika sosial politik yang cukup tinggi di wilayah pantai Ibu Kota tersebut membutuhkan sosok pemimpin yang merakyat dan mampu merangkul semua kepentingan secara berkeadilan.

“Kalau sampai Anies melantik yang tidak sesuai kriteria serta tidak mengikuti prosedur berarti Anies tidak memiliki etika politik dan kepedulian sosial. Catat itu!” kata pria yang akrab disapa Bang Beni itu, kepada PONTAS.id, Rabu (21/8/2019).

Menurut Beni, selain Junaedi yang saat ini menjabat Wakil Bupati Kepulauan Seribu, masih ada dua nama yang pantas menjadi Wali Kota Jakarta Utara, yakni: Ali Maulana Hakim yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Jakarta Utara serta Muhammad Yuliadi yang saat ini menjabat Sekretaris DPRD DKI Jakarta.

Ditegaskan Beni, dirinya bukan menolak munculnya nama Junaedi, namun hal ini dilontarkannya karena ketiga nama yang disebutkan itu diketahui cukup mengenal kondisi sosial politik di Jakarta Utara dan telah membuktikan diri terjun langsung menemui warga.

“Siapapun yang terpilih dari nama itu pasti kita dukung. Mau itu, Junaedi, Ali Maulana Hakim atau Muhammad Yuliadi pasti kita terima. Tapi Anies jangan coba-coba memilih nama hanya karena kepentingan kelompok tertentu. Cukup sudah! Pilih saja ketiga nama tersebut melalui mekanisme dan prosedur yang seharusnya,” kata Beni.

Beni juga mengingatkan, terpilihnya Anies menjadi Gubenur DKI Jakarta saat Pilkada 2019 lalu, diawali perjuangan warga Jakarta Utara, “Ingat! Anies itu didukung warga Jakarta Utara sampai berdarah-darah dan tanpa pamrih. Jadi sekali lagi kami ingatkan Anies agar benar-benar mendengar aspirasi warga Jakarta Utara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Eksekutif Betawi (LEB), Yusron Jainuri juga mendesak Anies Baswedan agar menunjuk Junaedi sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

“Kita harapkan pak Gubernur Anies memperhatikan betul aspirasi warga sebelum menunjuk Wali Kota Jakarta Utara. Sosoknya harus mandiri dan lepas dari kepentingan kelompok tertentu,” kata Yusron Jainuri, di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (20/8/2019).

Menurut Yusron, Junaedi juga memiliki kemampuan yang teruji dan mumpuni serta memiliki kapasitas serta pengalaman yang memadai sebagai pamong.

Persoalan Jakarta Utara yang disebut sebagai wajah Indonesia karena diisi berbagai etnis dan agama, lanjut Yusron, membutuhkan Wali Kota yang mampu merangkul hingga ke akar rumput.

“Jakarta Utara harus dipimpin oleh figur yg mengerti tentang karakter dan kondisi masyarakat Jakarta Utara yang multi etnis serta memiliki peroslan kesenjangan sosial yang cukup tinggi. Jika figur yang tidak sesuai dengan aspirasi warga, akan berpotensi menimbulkan gejolak,” katanya.

Minimal pernah jadi pamong seperti menjabat lurah maupun camat serta mengenal karakter Jakarta Utara, yang berasal dari berbagai etnis di Nusantara.

Hal ini pun ditanggapi positif oleh tokoh masyarakat Luar Batang, Mansyur Amin, “Pengalaman kami dengan pak Junaedi selama beliau di Jakarta Utara cukup baik. Pak Junaedi sangat akrab dengan seluruh lapisan warga tanpa membeda-bedakan,” kata pria yang akrab disapa Daeng Mansyur ini.

Meski demikian, Mansyur mengharapkan Wali Kota Jakarta Utara yang baru juga peduli dengan pengembangan seni dan budaya.

“Karena Indonesia itu kaya luar biasa dengan seni dan budaya yang ada. Ini harus terus dikembangkan. Karena Jakarta Utara merupakan wajah Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleRI Gagas Kerjasama Strategis dengan Negara Kawasan Afrika
Next articleRicuh di Sorong, Penerbangan Lion Air Terganggu

2 COMMENTS

  1. Bang Beni bisa aja… Jakut seingat saya suara pak Anis kalah deh, trs gimana caranya dibilang jakut yg berjuang duluan? Helooo… Jangan krn ada kepentingan tanam saham lho ya…

  2. Satu hal yg urgent dan tdk boleh abai oleh walkot yg baru adalah gagalnya walkot lologau dlm membangun sistem transportasi darat sehingga banyak nyawa manusia yg melayang sia sia krn terlindas truk kontener

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here