Jakarta, PONTAS.ID – Tumpukan sampah yang menggunung di tempat pembuangan sementara (TPS) Jl. Moa, RW.12 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara kembali dikeluhkan warga. Tumpukan sampah ini selain dari warga juga kiriman dari Pasar Kampung Gusti dan Pasar Teluk Gong.
“Dulu waktu era pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), tidak pernah sampah menggunung. Beda dan sekarang, warga pun harus pasrah dengan bau busuk,” kata Ketua RT.10/RW.12, Afyang kepada wartawan Kamis (19/9/2019).
Dikatakan, Afyang, pada saat DKI Jakarta dipimpin Ahok, jumlah armada pengangkut sampah rata-rata delapan truk setiap harinya, “Sekarang paling banyak tiga truk dengan alasan truk banyak yang rusak sudah berbulan-bulan,” kata dia.
Sementara di lokasi TPS, operator welloader, Fredy mengaku tumpukan sampah tersebut bukan hanya berasal dari warga sekitar tetapi juga kiriman dari dua pasar tak jauh dari TPS.
“Iya sampah di sini setiap hari seperti ini, karena sampah yang dibuang ke sini bukan dari masyarakat sekitar saja, sudah tercampur sama sampah yang dari pasar,” kata Fredy.
Fredy juga mengakui sebelumnya delapan truk sampah selalu mengangkut sampah dari TPS tersebut, “Karena banyak armada yang bannya pecah dan belum dapat penggantian serta juga terkendala karena truknya rusak. Sekarang hanya tiga sampai lima truk yang mengangkut sampah dari sini,” kata Fredy.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kecamatan Penjaringan, Matsani, membenarkan kendala truk pengangkut sampah yang diakibatkan jadwal servis truk serta terbatasnya stok ban truk pengangkut sampah.
“Terkait kurang maksimalnya angkutan sampah dikarenakan kendaraan lagi jadwal servis di ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) serta penggantian ban. Saat ini dari 29 truk sudah 18 yang kembali beroperasi normal. Dan masalah ini bukan hanya di kecamatan Penjaringan saja, tapi seluruh wilayah,” kata Matsani saat dihubungi PONTAS.id, Jumat (20/9/2019).
Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM



























