JAKARTA, PONTAS.ID — Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menghadiri kegiatan Sosialisasi Keuangan Haji bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang dirangkaikan dengan halal bihalal bersama pimpinan ormas, ulama, generasi muda, dan masyarakat di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jagakarsa Young (Jagyong) Community di Aula ISTN tersebut diikuti lebih dari 750 peserta dan disebut sebagai salah satu kegiatan sosialisasi keuangan haji dengan jumlah peserta terbesar.
Dalam kesempatan itu, Hidayat menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan haji di tengah tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
Ia menyebut, hingga 2025 dana haji telah mencapai lebih dari Rp180 triliun dan dikelola secara profesional oleh BPKH.
“Pemahaman masyarakat terhadap
pengelolaan dana haji sangat penting, tidak hanya dari sisi ibadah, tetapi juga tata kelola keuangan yang menopang keberlanjutan penyelenggaraan haji,” ujar Hidayat, Senin (20/4/2026).
Ia juga mengapresiasi kinerja BPKH yang dinilai akuntabel, termasuk capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama tujuh tahun berturut-turut. Menurutnya, hal ini menjadi dasar penting untuk memperkuat kepercayaan publik.
Hidayat menambahkan, sosialisasi seperti ini juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini.
Bahkan, ia menyinggung adanya calon jemaah haji termuda berusia 13 tahun dari Kalimantan Barat, yang dimungkinkan berkat perubahan regulasi haji yang diusulkan Komisi VIII DPR RI.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan BPKH sejak 2017, berdasarkan amanat UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, perlu terus diperkuat dari sisi profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.
“Pengelolaan dana haji harus tetap menjunjung prinsip syariah, keadilan antara jemaah berangkat dan jemaah tunggu, serta terbuka terhadap pengawasan publik,” katanya.
Selain itu, Hidayat mengapresiasi Jagyong Community sebagai komunitas generasi Z yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan edukatif dengan pendekatan budaya lokal Betawi. Acara tersebut turut dimeriahkan dengan pertunjukan gambang kromong, nasyid, ondel-ondel, serta pameran UMKM.
“Pendekatan seperti ini membumi, meriah, dan tetap edukatif. Ini bisa menjadi tren positif di kalangan anak muda,” ujarnya.
Hidayat berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan haji sekaligus memperkuat pengawasan publik.
Ia juga mendorong pemerintah untuk menekan biaya haji agar tidak memberatkan jemaah, termasuk dengan mengantisipasi kenaikan harga avtur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Badan Pelaksana BPKH Prof. Dr. H.M. Arief Mufraini, Ketua DPC PKS Jagakarsa Nur Arif Hidayat, Anggota DPRD DKI Jakarta Ade Suherman dan Nabilah Al Habsyi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan ulama setempat.



























