Premium Langka, Kementerian ESDM Kebut Revisi Aturan BBM

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah akan segera merevisi Peraturan Menteri (Permen) Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Umum (JBU).

Dalam revisi Permen ESDM tersebut akan secara tegas dinyatakan bahwa kenaikan harga JBU, maka harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, untuk mengantisipasi tingkat inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.

“Karena itu setiap kenaikan harga BBM Jenis Umum yakni Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, sesuai dengan Keputusan MK, maka wajib mendapat persetujuan dari Pemerintah,” tegas Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Senin (9/4/2018), seperti dilansir esdm.go.id.

Sebelum Permen ESDM tersebut diundangkan, Arcandra mengatakan, Pemerintah akan mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat maupun stakeholder sektor ESDM sehingga tidak ada gap waktu antara permen diterbitkan dengan apa yang terjadi di pasar.

“Permen akan berlaku setelah ditandatangani dan tidak berlaku mundur,” ujar Arcandra.

Dengan kebijakan yang baru ini, maka Pemerintah, kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, akan merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perhitungan harga Jual Eceran bahan Bakar Minyak yang mengatur margin 5-10 persen.

“Sebelumnya Pemerintah mengatur margin minimum 5 persen maksimum 10 persen. Dengan kebijakan yang baru ini maka margin bawahnya kita lepas, kita hanya menetukan batas atasnya (high ceiling) saja,” kata Ego Syahrial.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePilkada Serentak, KPU Jabar Himbau Masyarakat Teliti Pilih Paslon
Next articleBahrain Minati Sektor Pariwisata dan Industri Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here