Heboh Bisnis Majalah ke Sekolah di DKI, Ini Kata Dinas Pendidikan dan PGRI

Kantor Dinas Pendidikan Pemprov. DKI Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Dinas Pendidikan membantah mewajibkan seluruh Sekolah Negeri di Jakarta membeli Majalah Gema. Hal ini disampaikan Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radjagah melalui aplikasi perpesanan WhatsApp kepada PONTAS.id, Kamis (17/3/2022) malam.

Taga menegaskan, pelaksanaan kegiatan pada Sekolah Negeri di Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Setiap sekolah Negeri di DKI Jakarta diberikan keleluasaan untuk mendapatkan informasi. Baik melalui media online maupun media lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, Keberadan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana di Majalah Gema sebagai pembina adalah Ex Officio. “Melekat dalam struktur Dewan Redaksi Mahalah Gema yang dikelola oleh PGRI,” tandas Taga.

Bantahan PGRI
Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia, Adi Dasmin mengklarifikasi bahwa Majalah Gema Widiyakarya merupakan media yang diterbitkan oleh pengurus PGRI Provinsi DKI Jakarta sebagai sarana untuk komunikasi dan sarana untuk menyampaikan informasi.

“Baik informasi organisasi, kedinasan dan prestasi sekolah dari pengurus kepada guru /tendik sebagai anggota PGRI, termasuk sebagai sarana literasi bagi para guru,” kata Dasmin kepada PONTAS.id melalui keterangan resminya Kamis (17/3/2022) dini hari.

Ia juga menampik Majalah Gema Widiyakarya diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Apalagi dikatakan pemprov DKI menjual Majalah ke sekolah. Jika dalam Majalah tercantum Dewan Penasihat terdapat nama Gubernur DKI Jakarta dan di Dewan Redaksi terdapat nama Ibu Kadisdik, karena hal itu Ex Offiicio dan sudah berlangsung sejak tahun 1995,” papar Dasmin.

Dasmin menjelaskan, Majalah Gema Widiyakarya diperuntukkan bagi guru di sekolah yang pada umumnya adalah anggota PGRI, bukan untuk peserta didik, tidak merupakan paksaan dan selama dua tahun tidak terbit.

“Sebagai pengganti biaya produksi majalah Gema per Eksemplar Rp. 25 ribu / Eksemplar. Hasil dari penggantian biaya semuanya untuk biaya produksi. Bukan seperti yang dicantumkan dalam pemberitaan,” tandas Dasmin.

Dana BOS
Sebelumnya, diberitakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mewajibkan seluruh Sekolah Negeri yang ada di DKI Jakarta membeli Majalah Gema. Padahal, pandemi Covid-19 saat ini memaksa pihak sekolah memperketat penggunaan anggaran.

Dari penelusuran PONTAS.id, dari beberapa Kepala Sekolah SD Negeri, SMP Negeri, SMK Negeri dan SMA Negeri mengaku kesulitan dan terpaksa membeli Majalah tersebut dikarenakan perintan Kepala Dinas.

“Ya kita terpaksa membeli, dan mau gak mau pakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” kata salah seorang Kepala Sekolah yang meminta namanya tidak dicantumkan kepada PONTAS.id beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh PONTAS.id, setiap bulannya Sekolah SD Negeri diwajibkan membeli 2 Majalah Gema dengan harga Rp.167 ribu untuk satu eksemplarnya. Sementara untuk Sekolah SMP Negeri dan SMA atau SMK Negeri diwajibkan membeli 10 eksemplar majalah tersebut.

Merujuk salah satu percetakan di Rawamangun, Jakarta Timur untuk mencetak satu Eksemplar persis seperti Majalah Gema tersebut hanya dibutuhkan untuk Rp.16 ribu untuk pencetakan 5000 eksemplar.

“Kalau untuk 1000 eksemplar, biaya pencetakannya Rp.21 ribu,” kata salah satu pemilik percetakan besar di Rawamangun saat disambangi PONTAS.id, beberapa waktu lalu.

Dari pendistribuian Malajah ini Dinas Pendidikan DKI mendapatkan Rp.140 ribu per-eksemplarnya. Hingga berita ini dipublikasikan, Kamis (17/3/2022) sore, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana tak kunjung menjawab surat PONTAS.id yang dikirimkan.

“Ya, akan saya disposisikan kepada Sekretaris Dinas,” kata petugas loket penerima surat di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat (4/3/2022).

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Majalah Gema ini menjabat sebagai Dewan Penasehat dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana sebagai Dewan Redaksi.

Penulis: Ahmad Rahmansyah /Yos Casa Nova F
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePetugas Gabungan Gelar Razia Pengendara, Kodim Tanbu: Gak Punya Sertifikat Vaksin, Langsung Suntik
Next articlePabrik Rokok Ilegal Menjamur di Bulusari, Bea Cukai Cuci Tangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here