Ganjil-Genap Digugat, Anies: Itu Hak Warga Negara

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diketahui tengah mendapat gugatan ke Mahkamah Agung (MA) dari seorang pria bernama Andrian Nizar perihal sistem ganjil genap.

Namun, mendengar hal itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tidak mengambil pusing dan mempermasalahkan. Sebab menurutnya, di negara hukum ini semua orang dapat bebas mengutarakan pendapatnya.

“Ya nggak apa apa. Jadi kalau ada warga negara yang menggugat keputusan pemerintah, itu adalah menjalankan haknya,” kata Anies saat ditemui oleh wartawan di Balaikota DKI, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (16/8/2018).

Anies menuturkan akan menghormati setiap gugatan yang diterimanya. Dirinya pun melihat setiap proses hukum harus ditegaskan seadil-adilnya dan akan mengawasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ini adalah negara hukum setiap keputusan hukum bisa digugat juga secara hukum dan nanti kita taati keputusan pengadilan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sistem Ganjil-Genap yang berlaku di beberapa kawasan DKI Jakarta selama Asian Games digugat ke Mahkamah Agung. Pemohon menggugat Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalulintas dengan Sistem Ganjil-Genap Selama Asian Games 2018.

Sesuai informasi, uji materi tersebut masuk pada tanggal 13 Agustus 2018 lalu, dengan nomor gugatan HUM No 57P/HUM/2018.

“Kalau tadi ada yang tanya sekarang ini diajukan uji materiil di Mahkamah Agung. Pemohonnya Andrian Nizar, termohon Gubernur Provinsi DKI Jakarta terkait dengan ganjil genap,” ungkap Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah di Gedung MA, Jakpus, Rabu (15/8/2018).

Editor: Risman Septian

Previous articleJokowi Apresiasi Aparat Penegak Hukum Tegas Lindungi Hutan dan Lahan Nasional
Next articlePemerintah Diminta Lakukan Terobosan Kebijakan Ekonomi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here