Genjot Target 2022, KPK Gelar Penandatangan Kinerja

Jakarta, PONTAS.ID- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri gelar acara di Aula Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022) dalam rangka Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2022.

“Hari ini adalah pertama kali kita melaksanakan salah satu agenda rangkaian dalam rangka pengabdian kita kepada bangsa dan negara, khususnya pemberantasan korupsi. Dimana hari ini kita sama-sama akan menandatangani salah satu dokumen kinerja yaitu Perjanjian Kinerja KPK,” ucap Firli yang di siarkan langsung melalui Kanal Youtube KPK RI, Senin (10/1/2022).

Lanjut Firli, kita sungguh sangat menyadari bahwa di dalam kekinian KPK tentulah kita menghadapi berbagai persoalan terutamanya adalah persoalan sumber daya manusia (SDM). Karna itu, pada kesempatan yang baik hari ini saya ingin menyampaikan beberapa permintaan sekaligus perintah kepada rekan-rekan semua.

“Mengawali tahun ini, sebelum kita menandatangani perjanjian kerja. Marilah kita sama-sama menyimak apa hasil dari kinerja kita pada tahun 2021 dan kita akan melihat kembali bagaimana tentang sistem anggaran kita,” katanya.

Firli mengungkapkan bahwa dalam tahun 2021 yang lalu, serapan anggaran KPK mencapai 95,7 persen yang disumbang dari masing-masing Kedeputian dan Sekjen.

Adapun Sektariat Jenderal KPK menyerap anggaran 96,7 persen, Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat serapan anggaran 87,5 persen, Kedeputian Pencegahan dan Monitoring 90,2 persen, Kedeputian Penindakan dan Eksekusi 95,1 persen, Kedeputian Koordinasi dan Supervisi 93,3 persen, Kedeputian Informasi dan Data 94,1 persen. Inspektorat 82,1 persen, Sekretariiat Dewas 84,6 persen.

“Evaluasi ini menjadi penting karena ada beberapa catatan anggaran kita tidak seutuhnya diserap sampai habis yakni Belanja pegawai masih tersisa 12,2 miliar, belanja barang yang tidak terserap 19 miliar dan belanja modal yang tidak terserap sebesar 5,3 miliar,” paparnya.

Dia menambahkan, evaluasi tahun 2021 menjadikan titik tolak kita untuk bekerja ke depan, karena mengingat tahun 2022 tantangan yang kita hadapi tentu lah lebih kompleks daripada tahun 2021.

“Kita berharap atas pengabdian kita semua, Indonesia akan terbebas dari korupsi dan bebas korupsi ini akan mendukung mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional kita,” pungkasnya.

Penulis : Fajar Adi Saputra
Editor: Yos Casa Nova F

Previous articleUsulan Perpanjangan Jabatan Presiden, Inkonstitusional
Next articleMPR Sayangkan Pernyataan Menteri Bahlil Lahadalia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here