Trenggalek, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Kesehatan mengggelar penyuntikan vaksin Sinovac di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Jumat (29/1/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dr. Saeroni dalam sambutannya menyampaikan, terhitung hingga 28 Januari 2021 di Kabupaten Trenggalek terdapat 2.033 kasus terkonfirmasi Covid-19 dan 110 orang dinyatakan meninggal akibat Covid-19.
“Situasi pandemi ini berdampak besar pada perekonomian, membuat daya imun masyarakat menurun, kemudian sosial budaya juga terdampak,” paparnya.
Menurutnya, Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin merupakan orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rachmadi, Komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Arh. Uun Samson Sugiharto, Kapolres Trenggalek AKBP Doni Sembiring, Kajari Trenggalek Darfiah, dilanjutkan pada tenaga medis serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Tingkat kerentanan di masyarakat semakin meningkat lantaran kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan prokes (protokol kesehatan). Oleh karena itu tidak hanya diperlukan intervensi dari sisi prokes, namun diperlukan intervensi lain untuk memutus mata rantai penyebarannya yaitu melalui upaya vaksinasi.
“Tujuan vaksinasi ini untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, sehingga mencapai kekebalan di masyarakat atau herd imunity yakni 70 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Trenggalek dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” ungkapnya
Saat ini, pelaksanaan vaksinasi untuk tahap pertama diprioritaskan kepada tenaga kesehatan yang dimulai bulan Januari hingga April tahun ini. Tahap kedua, dengan waktu yang sama sasarannya petugas pelayanan publik yaitu TNI, Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik lainnya.
Sementara untuk tahap ketiga dan keempat, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Maret 2022 dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat. “Adapun sasaran untuk tahap pertama dalam hal ini tenaga kesehatan adalah 2.759. Yang sudah teregistrasi dan bersedia adalah 9.734,” imbuhnya
Tak hanya itu, logistik yang tersedia untuk saat ini sebanyak 2.000 dosis yang telah diterima Dinkes Trenggalek pada hari Selasa lalu. Selanjutnya Sabtu (30/1) besok, Dinkes Trenggalek akan menerima kembali logistik vaksin Covid-19 dari Dinkes Provinsi Jawa Timur sejumlah 4.400 dosis.
“Adapun standar pelayanan vaksinasi mengikuti alur pelayanan vaksinasi yaitu pendaftaran, skrining, pelaksanaan vaksinasi, observasi dan nanti akan mendapatkan sertifikat bagi yang sudah tervaksinasi,” tandasnya
Senada, Bupati Arifin meyakini vaksinasi dapat menekan penyebaran Covid-19. Terlebih vaksinasi merupakan gerakan Nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam sambutannya, Bupati Arifin mengungkapkan, saat ini telah terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek.
“Transmision rate kita juga cukup tinggi, hampir dua. Satu koma sekianlah, hampir dua. Artinya satu orang yang positif itu punya kecenderungan menulari dua orang yang lain,” ungkapnya.
Menghadapi situasi ini, tambah Bupati Arifin, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah pendisiplinan wilayah dengan cara melakukan operasi yustisi. Ia juga meminta kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat agar bisa memberikan imbauan tentang pentingnya penerapan 3M, menjaga imun, olahraga, serta memakan makanan yang bergizi.
Selain displin wilayah, Arifin mengajak agar seluruh masyarakat Trenggalek melakukan pembatasan atau pemilahan risiko di dalam keluarga dengan cara memasifkan tracing. Ia juga meminta kepada Sekda Trenggalek untuk segera menambah jumlah fasilitas asrama Covid-19 dan rumah sakit darurat agar dipercepat.
Arifin menjelaskan, saat ini jumlah rumah sakit darurat yang tersedia sebanyak 4 tempat yang tersebar di 4 puskesmas. Ditambah lagi dengan 3 hingga 5 sekolah yang siap dijadikan asrama Covid.
“Kemudian nanti sebagai catatan, kita minta desa-desa menyiapkan satu tempat di desa masing-masing jika asrama tidak memungkinkan,” tandasnya
Penulis: Agung/Saelan
Editor : Rahmat Mauliady




























