Jakarta, PONTAS.ID – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta mulai menunjukkan gejala tidak sehat. Salah satunya, PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) yang terpaksa menghentikan pembangunan Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) Harmoni karena tidak melakukan pembayaran terhadap perusahaan pelaksana.
Sebelumnya, konfirmasi tertulis yang dilayangkan PONTAS.id kepada Sekda DKI Jakarta, Saefullah dengan Nomor: 057/MMI/PTS/VI/2020 pada Juni 2020 lalu, disebutkan telah menginstruksikan Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta untuk merapatkan permasalahan SPBG tersebut dengan PT. JUP.
“Sudah dirapatkan terkait permasalahan ini. Hasilnya PT JUP disuruh menjelaskan kepada wartawan,” jelas pegawai BP BUMD DKI Jakarta, Fery saat ditemui PONTAS.id, Kamis (6/8/2020).
“PT JUP adalah anak perusahaan BUMD, jadi pemprov DKI tidak memiliki kewenangan terhadap PT JUP,” pungkasnya.
Namun hingga berita ini dipublikasikan, PT JUP masih belum memberikan tanggapan. Baik melalui pesan tertulis maupun melalui sambungan telepon tak kunjung direspon.
Sebagai informasi, JUP mengaku masih terus melakukan pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Salah satunya di kawasan strategis ibukota, yakni Harmoni, Jakarta Pusat.
“Proses pengembangan stasiun pengisian bahan bakar gas di kawasan Harmoni saat ini masih berjalan,” jelas VP Corporate Secretary Legal and Communication PT JUP, Andika Silvananda Purnama menjawab PONTAS.id melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, beberapa waktu lalu
Dijelaskan Andika, prospek bisnis bahan bakar gas di Ibu Kota masih menjanjikan, terlebih dengan lokasi Harmoni yang menurutnya sangat strategis.
“Pengembangan kawasan tersebut juga mempertimbangkan aspek teknis, kontiniuitas pelayanan serta kebutuhan konsumen akan bahan bakar gas di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Pantauan PONTAS.id, pada Minggu (10/5/2020) lalu, tidak terlihat aktivitas pembangunan SPBG di sekitar halte Trans Jakarta Harmoni Jakarta Pusat.
Baik di sisi Jalan Hayam Wuruk maupun sisi Jalan Gajah Mada tidak terlihat ada pekerja proyek yang sedang bekerja.
Bahkan di lokasi rencana pembangunan SPBG terlihat beberapa warga tengah asyik memancing di kali Molenvliet yang berada di bawah halte Trans Jakarta Harmoni.
“Sudah lama tidak ada kegiatan di situ. Yang ada saat ini hanya gundukan tanah serta tiang yang masih berdiri,” kata seorang pedagang di bawah JPO Harmoni kepada PONTAS.id.
Sebagai informasi, merujuk laman resmi Jakpro, pada tahun 2016 silam, BUMD DKI ini berencana membangun 10 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dengan model mobile refueling unit (MRU) sebagai dukungan kebutuhan bahan bakar bus Transjkarta dan kendaraan lainnya.
Di antaranya, SPBG di Hex Kramat Jati, Kampung Rambutan, Mampang, Waduk Pluit, dan Taman Putra Putri, Tanah Merdeka serta di Harmoni.
Pembangunan SPBG ini optimistis dilaksanakan Jakpro dengan mengandalkan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) dari Pemerintah Provinsi DKI yang dimaksudkan untuk mendanai proyek-proyek komersil dan proyek penugasan.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak




























