Halangi Jalur Sepeda, Tiang Listrik di Trotoar Asia Afrika Akhirnya Dibongkar

Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Suku Dinas (Sudin) Perindustrian dan Energi Kota Jakarta Pusat (Jakpus) akhirnya membongkar sejumlah tiang listrik yang berada diatas trotoar Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat (Jakpus) karena menghalangi jalur sepeda.

Pembongkaran tiang listrik tersebut dilakukan setelah ramai diperbincangkan oleh masyarakat, khususnya netizen di media sosial. Seorang petugas, Eddy menyebut ada 35 petugas yang diturunkan untuk membongkar tiang-tiang yang mengganggu jalur sepeda. Terdata, ada 10 tiang yang dinilai menghalangi pengendara sepeda.

“Total 14 tiang dari depan Hotel Mulia sampai Pintu 1 Asia Afrika. Ada 10 yang menutup jalur sepeda. Tiang ini nantinya akan dipindahkan ke tempat lain. Lokasinya lebih menjorok ke kiri trotoar. Kami bongkar sejak pagi tadi. Disuruh pindahin ke area yang tak menutup jalur sepeda,” kata Eddy dilokasi, Rabu (1/8/2018).

Sebelumnya foto tiang listrik yang menghalangi jalur sepeda di kompleks SUGBK itu viral di sosial media. Foto yang diposting oleh akun Instagram @jktinfo pada Selasa (31/7/2018) menuai tanggapan beragam dari netizen. Rata-rata mereka mengritik keberadaan tiang listrik yang membahayakan pengguna sepeda itu.

Kritikan pun datang dari anggota komunitas sepeda Bintaro LOOP, Bugie Hartono. Dimana menurutnya, pemerintah terkesan asal-asalan saat membangun jalur itu. Dia membandingkan dengan jalur sepeda yang dibuat pemerintahan sebelumnya. Seperti di Jalan Barito yang penempatannya mengambil sedikit badan jalan.

“Menurut saya jalur sepeda yang dibangun pemerintah di sini kurang pas karena berada di trotoar. Kalian coba lihat fungsi dari trotoar itu untuk pejalan kaki. Jadi terlihat agak asal-asalan, pembangunannya terkesan menandakan yang penting sangat kelihatan ada saja,” ujar Bugie ketika dihubungi, Rabu (1/8/2018).

Standarnya, tambah dia, jalur sepeda memiliki lebar 1,5 meter. Tak cuma itu, ada jarak minimal satu meter dengan jalur umum. Jikalau tidak memenuhi standar seperti, Bugie menyarankan untuk tak perlu dibangun. “Mubazir nanti. Saya yakin pesepeda tidak ada yang pakai. Mereka mendingan menggunakan jalur umum,” tukas dia.

Editor: Risman Septian

Previous articlePemprov DKI dan 4 BUMD Kembangkan Kawasan TOD
Next articleTahun 2022, Sandiaga Optimis Perekonomian Jakarta Meningkat 7 Persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here