Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan pencanangan tanam padi seluas 825 hektar tepatnya di Desa Prafi Mulia SP 1, kecamatan Prafi, Kabupaten Manokwari, Kamis (19/6/2020). Hal ini menyusul, ancaman kekeringan yang disampaikan organisasi pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization).
“Ke depan, Papua Barat harus bisa swasembada padi. Saya meminta semua jajaran pemerintah Papua Barat turun ke lapangan besama, kita melakukan gerakan tanam padi,” kata Dominggus, melalui keterangan tertulisnya yang diterima PONTAS.id, Jumat (19/6/2020).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertaniaan Provinsi Papua Barat, Jacob Fonataba menambahkan Provinsi Papua Barat telah menetapkan target luas tambah tanam (LTT) bulan April hingga September tahun ini seluas 3.100 hektarlebih.
Petani Papua Barat kata Jacob juga senang atas pemberian bantuan sarana produksi (saprodi) khususnya benih dan alat mesin pertanian (alsintan), sehingga bisa meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
“Kami dorong terus petani disini untuk segera manfaatkan lahan yang belum tergarap mulai dilakukan olah tanah untuk pertanaman di musim gadu ini,” sebut Jacob.
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk mencapai produksi sesuai target sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan.
“Percepatan tanam ini guna mengamankan produksi serta mengatisipasi musim kering yang akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus 2020. Dengan begitu, pasca pandemi, Indonesia terhindar dari krisis pangan,” tukas Suwandi.
Penulis: Yos Casa Nova F
Editor: Pahala Simanjuntak




























