Tujuh Korporat Teknologi Global Masuk Indonesia, Aswant Bawa Solusi Keamanan Siber untuk Perusahaan

Jakarta, PONTAS.ID – Tujuh perusahaan teknologi global memperluas pasar ke Indonesia dengan membawa berbagai solusi keamanan siber, digital workspace, pengelolaan identitas, perlindungan dokumen, hingga teknologi berbasis artificial intelligence (AI).

Ekspansi tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan PT Aswant Distribution Indonesia sebagai distributor dan mitra lokal. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kebutuhan keamanan digital perusahaan di tengah pesatnya transformasi digital di Indonesia.

Tujuh perusahaan yang diperkenalkan dalam forum tersebut yakni KasperskyOS, Centerm, Qualys, SecureKi, TSplus, Foxit Software, dan Cinimex. Masing-masing membawa teknologi yang telah dikembangkan dan digunakan di berbagai negara.

Mr Bang Hak Jae selaku President of SecureKi mengatakan pihaknya saat ini tengah memfokuskan pengembangan bisnis di sejumlah negara Asia, termasuk Korea Selatan, Malaysia dan Indonesia.

“Kami ingin membawa solusi yang telah terbukti dari Korea ke pasar Indonesia,” ujarnya perwakilan SecureKi dalam keterangannya yang disampaikan dalam bahasa Korea dan diterjemahkan dalam forum di Lee Meridien Hotel Jakarta, (12/8/2026).

SecureKi menawarkan solusi identity and privileged access management, yang berfungsi mengelola identitas pengguna sekaligus mengontrol akses terhadap sistem teknologi informasi, terutama akses yang memiliki kewenangan tinggi.

Berbeda dengan pendekatan yang banyak menggunakan sistem berbasis Windows, SecureKi menawarkan perangkat (appliance) berbasis Linux serta virtual machine (VM) berbasis Linux sebagai bagian dari pendekatan teknologinya.

Sementara itu, Jenny Li, President of APAC Foxit Software, melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar seiring meningkatnya investasi pemerintah maupun sektor swasta dalam transformasi digital dan pengembangan teknologi AI.

Foxit juga berencana memperkuat jaringan lokal melalui kemitraan dengan Aswant dan mitra di Indonesia agar solusi pengelolaan serta keamanan dokumen digital dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Dari sektor akses digital, Adrian Foo, Regional Director TSplus, memperkenalkan teknologi yang memungkinkan aplikasi client-server lama diakses melalui web. Teknologi tersebut dinilai relevan bagi perusahaan yang masih bergantung pada aplikasi legacy, namun membutuhkan akses yang lebih fleksibel bagi kantor cabang maupun pekerja jarak jauh.

Sementara itu, Elena Sivenkova, Head of KasperskyOS Marketing, menyoroti pentingnya jaringan mitra dalam menghadirkan solusi teknologi dan keamanan yang kompleks.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Kaspersky Thin Client, yang memungkinkan perusahaan mengelola perangkat kerja secara lebih terpusat sekaligus mendukung pendekatan keamanan digital.

Perwakilan Centerm, Yan Wang, melihat sektor pendidikan sebagai salah satu pasar potensial di Indonesia. Centerm telah menyiapkan tim lokal dan jaringan mitra untuk mengembangkan solusi thin client bagi sekolah dan perguruan tinggi.

Di sisi lain, Peter Wong, Account Executive Qualys, menilai percepatan digitalisasi Indonesia secara otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap keamanan siber.

Qualys menawarkan platform continuous threat exposure management untuk membantu organisasi menemukan, memantau dan mengurangi risiko keamanan pada infrastruktur, aplikasi hingga lingkungan cloud.

Menurut Peter, perkembangan transformasi digital di Indonesia menjadi momentum bagi Qualys untuk memperkuat kerja sama dengan mitra dan pelanggan lokal.

Sementara itu, Slava Fokin, Vice President International Business Director Cinimex, membawa sejumlah solusi berbasis AI, mulai dari fondasi data berbasis Lakehouse, perangkat prakiraan hingga sistem AI digital.
Menurutnya, sejumlah solusi tersebut telah diuji dalam lingkungan perusahaan yang membutuhkan aplikasi mission-critical.

Aswant Jadi Penghubung Teknologi Global dengan Kebutuhan Indonesia

Kehadiran tujuh perusahaan tersebut menjadi bagian dari strategi PT Aswant Distribution Indonesia untuk memperluas ekosistem solusi teknologi dan keamanan siber di Indonesia.

Country Manager PT Aswant Distribution Indonesia, Soni Lukman Haposan, mengatakan masuknya berbagai teknologi global tersebut bukan sekadar soal menghadirkan produk baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat menjawab persoalan nyata yang dihadapi perusahaan Indonesia.

“Kami tidak ingin sekadar membawa teknologi global ke Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana teknologi tersebut bisa benar-benar digunakan, dipahami dan memberikan dampak terhadap kebutuhan perusahaan di Indonesia,” ujar Soni.

Menurut Soni, kebutuhan keamanan siber saat ini tidak lagi dapat dilihat hanya dari satu sisi. Perusahaan membutuhkan perlindungan mulai dari perangkat, identitas pengguna, dokumen, aplikasi, jaringan, cloud hingga pemanfaatan AI.

“Karena itu kami membangun ekosistem. Ada solusi untuk perangkat, ada untuk identitas dan akses, ada untuk vulnerability, dokumen, remote access sampai AI. Kami ingin perusahaan di Indonesia memiliki pilihan teknologi yang tepat sesuai risiko dan kebutuhannya,” katanya.

Soni menambahkan, Aswant akan berperan tidak hanya sebagai distributor, tetapi juga sebagai penghubung antara pengembang teknologi global dengan kebutuhan pasar Indonesia melalui jaringan mitra dan dukungan lokal.

“Teknologi yang bagus tidak akan maksimal tanpa implementasi dan dukungan yang tepat. Peran kami adalah memastikan teknologi global tersebut bisa lebih dekat dengan pengguna di Indonesia, mulai dari edukasi, implementasi sampai dukungan setelah digunakan,” ujarnya.

Menurut dia, transformasi digital yang semakin cepat juga harus diikuti dengan peningkatan kesadaran terhadap keamanan.

“Semakin banyak perusahaan menggunakan cloud, AI dan sistem digital, semakin besar pula permukaan yang harus diamankan. Jadi keamanan bukan lagi kebutuhan setelah sistem dibangun, tetapi harus menjadi bagian dari proses transformasi digital itu sendiri,” kata Soni.

Kehadiran tujuh perusahaan teknologi tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian perusahaan global terhadap pasar Indonesia. Melalui Aswant, berbagai solusi tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perusahaan dan institusi yang tengah melakukan transformasi digital sekaligus menghadapi meningkatnya ancaman keamanan siber.

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: F Virgiawan C

Previous articleTiga Calon Kawil Dusun Randupitu Ditetapkan, Ujian Dijadwalkan 19 Agustus 2026
Next articleBonek dan Aremania Sepakat Berdamai, Polda Jatim Dorong Rivalitas Hanya di Lapangan