SPBG bakal jadi Rongsokan, Begini Penjelasan Sofyano Zakaria

Jakarta, PONTAS.ID – Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria menilai prospek bisnis bahan bakar gas (BBG) di Ibu Kota belum menjanjikan sebelum ada regulasi yang mendukung.

“Sepanjang belum ada regulasi yang mewajibkan kendaraan bermotor misalnya kendaraan angkutan umum untuk beralih menggunakan BBG maka SPBG hanya akan jadi barang rongsokan saja,” kata Sofyano menanggapi pertanyaan PONTAS.id, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Selasa (9/6/2020).

Hal ini disampaikan Sofyano menanggapi mangkraknya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di sekitar halte Trans Jakarta Harmoni Jakarta Pusat milik salah satu BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).

“Pemerintah harus berani memberi kredit converter kit bagi kendaraan bermotor untuk bisa menggunakan BBG. Apalagi sekarang kendaraan listrik mulai jadi alternatif, maka SPBG hanya jadi pelengkap saja,” imbuhnya.

Selain itu, Sofyano juga mengatakan bahwa jumlah SPBG juga harus menjadi perhatian untuk menarik masyarakat beralih ke BBG, “”SPBG nya juga perlu tersedia di banyak lokasi. Jangan sampai orang harus antri. Dan ini pasti tidak menarik minat orang beralih ke BBG,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) mengaku masih terus melakukan pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Salah satunya di kawasan strategis ibukota, yakni Harmoni, Jakarta Pusat.

“Proses pengembangan stasiun pengisian bahan bakar gas di kawasan Harmoni saat ini masih berjalan,” jelas VP Corporate Secretary Legal and Communication PT JUP, Andika Silvananda Purnama menjawab PONTAS.id melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, pertengahan Mei lalu.

Menurut Andika, prospek bisnis bahan bakar gas di Ibu Kota masih menjanjikan, terlebih dengan lokasi Harmoni yang menurutnya sangat strategis. “Pengembangan kawasan tersebut juga mempertimbangkan aspek teknis, kontiniuitas pelayanan serta kebutuhan konsumen akan bahan bakar gas di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan PONTAS.id, pada Minggu (10/5/2020) tidak terlihat aktivitas pembangunan SPBG di sekitar halte Trans Jakarta Harmoni Jakarta Pusat.

Baik di sisi Jalan Hayam Wuruk maupun sisi Jalan Gajah Mada tidak terlihat ada pekerja proyek yang sedang bekerja.

Sebagai informasi, merujuk laman resmi Jakpro, pada tahun 2016 silam, BUMD DKI ini berencana membangun 10 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dengan model mobile refueling unit (MRU) sebagai dukungan kebutuhan bahan bakar bus Transjkarta dan kendaraan lainnya.

Di antaranya, SPBG di Hex Kramat Jati, Kampung Rambutan, Mampang, Waduk Pluit, dan Taman Putra Putri, Tanah Merdeka serta di Harmoni.

Pembangunan SPBG ini optimistis dilaksanakan Jakpro dengan mengandalkan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) dari Pemerintah Provinsi DKI yang dimaksudkan untuk mendanai proyek-proyek komersil dan proyek penugasan.

Penulis: Pahala Simanjuntak/Rahmat Mauliady
Editor: Riana Agustian

Previous articleProtokol Covid-19 selama PSBB di Jakut, Kasudin: Puskesmas Wajib
Next articleAbaikan Instruksi Anies, Dua Pasar Ini Rawan Covid-19,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here