Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun shelter khusus untuk armada ojek online (ojol), guna menghindari penumpukan sepeda motor milik para driver ojol yang kerapkali berhenti di sembarang tempat, sehingga menimbulkan kemacetan lalulintas.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan pembangunan shelter ojol tersebut akan rampung sebelum Asian Games 2018 dimulai. Untuk saat ini, pihak Pemprov DKI katanya masih terus berkoordinasi dengan para pengelola gedung, yang diareanya akan dibangun shelter khusus ojol tersebut.
Pria yang akrab disapa Sandi ini menjelaskan, bahwa shelter khusus ojol tersebut nantinya akan berada di dalam gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan ibukota. Dia tak ingin jalan-jalan utama di Kota Jakarta dipenuhi ojek dan transportasi online lainnya, selama perhelatan Asian Games 2018 berlangsung.
“Kita ingin rampungkan sebelum Asian Games, bekerja sama dengan pengelola gedung. Karena kita tidak ingin di jalan-jalan koridor-koridor utama maupun di tempat yang bersinggungan dengan perhelatan Asian Games ini, dipenuhi oleh para pengemudi ojek maupun transportasi online,” kata Sandi di Jakarta, Jumat (27/7/2018).
Lebih lanjut mantan bos akuntan publik ini juga berpendapat bahwa pembangunan shelter khusus ojol tersebut juga berpengaruh tehadap estetika kota. Sebab saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah gencar melakukan beautifikasi di sejumlah ruas jalan utama yang menjadi rute atlet, ofisial, dan wisatawan Asian Games 2018.
“Kami imbau untuk masuk di dalam gedungnya (pembangunan shelter khusus ojol), jangan di luar gedungnya karena itu juga mengganggu lalu lintas, dan dari segi estetika kota itu kan sangat berpengaruh negatif,” papar dia.
Instruksi pembangunan shelter ini memang telah disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan, yang meminta agar setiap kantor pemerintah milik DKI dilengkapi dengan titik penjemputan dan titik pengantaran ojol. Pengemudi ojol hanya diperbolehkan mengambil dan menurunkan penumpang di titik shelter tersebut.
Kebijakan itu, nantinya akan dievaluasi. Apabila dinilai berhasil, instruksi ini juga akan diterapkan di gedung-gedung milik swasta dan perorangan. “Kita akan mencoba dulu di kita (gedung milik Pemprov DKI). Karena kita akan lakukan di seluruh fasilitas Pemprov DKI,” kata Anies kepada wartawan, Senin (23/7/2018).
Editor: Risman Septian




























