Kantor Gubernur Lampung Dipadati Pengungsi dari Pesisir pantai

Jakarta,PONTAS.ID – Warga pesisir pantai Kota Bandarlampung masih berbondong-bondong berdatangan ke lokasi pengungsian di kantor Gubernur Lampung. Berdasarkan pantauan, Minggu (23/12) pagi, warga terus berdatangan ke kantor gubernur untuk mengungsi, baik anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan, tidak sedikit yang membawa barang kebutuhannya seperti kasur, selimut, bantal, dan pakaian ganti selama berada di posko pengungsian.

Sekretaris Daerah Lampung Hamartoni Ahadis meminta masyarakat tetap waspada dan jangan mudah percaya atas isu-isu yang menyebutkan akan adanya tsunami di daerah pesisir pantai.

“Jangan mudah percaya bila ada yang mengatakan tsunami akan terjadi. Tetapi harus tetap waspada dan berhati-hati bila terjadi gelombang tinggi susulan,” ujarnya.

Sebanyak 7 orarg warga meninggal dan 89 luka-luka akibat gelombang tinggi air lalut di Lampung Selatan, yang terjadi Sabtu (22/12) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Dampak terparah terjadi di empate kecamatan Lampung Selatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung,” kata Kepala BPBD Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, saat dihubungi, Minggu (23/12).

Pihaknya akan terus mencari kemungkinan korban lainnya di empat kecamatan tersebut. Ia menjelaskan, BPBD Lampung Selatan, sejak tadi malam hingga sekarang terus mencari dan mengevakuasi korban.  “Fokus kita di empat kecamatan tersebut,” tandasnya.

Editor: Idul HM

Previous articleKorban Tsunami Terbanyak saat Warga Nonton Konser Band Seventeen
Next articleTsunami, TKN Jokowi-Amin: Kita Semua Ikut Beduka