Inikah Penyebab Azwar Anas Mundur di Pilgub Jatim?

Jakarta, PONTAS.ID – Nama Bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Abdullah Azwar Anas kembali menjadi perbincangan masyarakat.

Kali ini bukan masalah pencalonannya sebagai calon wakil gubernur Jatim atau seputar isu pernikahan siri dengan artis Ayu Azhari, tetapi soal foto-foto tak senonoh mirip dirinya yang beredar di dari ponsel ke ponsel melalui media sosial Whats App.

Dari dua foto tak senonoh itu, salah satunya menampakkan seorang pria mirip Anas tengah berada di dalam mobil dengan seorang wanita. Hanya saja sang wanita hanya terlihat paha mulusnya yang dirangkul tangan kanan pria mirip Anas itu.

Di depan sejoli ini tampak sebotol minuman wine.

Dalam foto lainnya, sosok mirip Anas terlihat setelah bugil dengan hanya memakai kaos putih tanpa celana. Foto kedua ini dipastikan diambil dari sebuah hotel.

Beredarnya foto ini diduga sebagai pemicu mundurnya Anas dari cawagub Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

Mengkonfirmasi kebenaran foto itu. Azwar Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter, termasuk teror yang kerap diterima Anas dan keluarganya.

”Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan sebagainya. Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut,” jelas Anas seperti ditulis di JawaPos.com dan dikutip pontas.id, Kamis (4/1/2018).

”Bahkan saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak,” imbuh Anas.

Anas menyebut, membangun daerah memang bukan suatu hal yang mudah. Ada banyak tantangan.

“Tapi karena dukungan penuh masyarakat, kemudian terbukti banyak perubahan di Banyuwangi. Ya ini saya anggap sebagai risiko lah, apapun yang datang menghadang untuk kebaikan banyak orang seperti program Rantang Kasih yang memberi makanan bergizi tiap hari ke lansia, program uang saku tiap hari bagi pelajar miskin dan sebagainya, ya itu sudah biasa kita hadapi jika ada yang menyerang terkait momen politik,” papar Anas.

Program-program ekonomi kerakyatan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen. Angka kemiskinan pun menurun cukup pesat menjadi 8,79 persen pada 2016, jauh lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jatim yang tembus dua digit.

Produk Domestik Regional Bruto naik 104 persen dari Rp32,46 triliun menjadi Rp 66,34 triliun. Banyuwangi juga terus menjadi daerah dengan inflasi terendah se-Jatim.

”Kita kan juga sudah punya Mall Pelayanan Publik yang mengintegrasikan ratusan izin dan dokumen di satu tempat yang transparan, tanpa pungkasnya.

Previous articlePDI-P Sebut Ada Pihak Ingin Bunuh Karakter Azwar Anas
Next articleNetralitas Aparat Negara Diingatkan Jangan Ada Kriminalisasi di Pemilu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here