Pemerintah Waspadai Lima Daerah Rawan SARA

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo

Yogyakarta, PONTAS.ID – Gelaran Pilkada serentak 2018 mendatang, dibayang-bayangi penggunaan isu SARA (Auku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Masyarakat pun diminta lebih cerdas dalam menghadapinya.

Peringatan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, “Sementara (pertama) di Papua dan kedua di Jawa Barat,” kata dia, seusai menghadiri resepsi pernikahan putri menteri sekretaris negara, di Jogja Expo Centar, Yogyakarta, Sabtu (30/12/2017).

Menurut dia, Papua memiliki tingkat kerawanan tertinggi karena tidak semua masyarakat di derah itu paham dengan Pemilu, sehingga sosialisasi mengenai pemilu harus dilakukan secara lebih maksimal. Di bawah Papua, Pilkada Jawa Barat dianggap rawan karena satu-satunya daerah dengan jumlah pemilih terpadat di Indonesia sehingga diperebutkan oleh seluruh partai politik.

Daerah lainnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, menurut Mendagri, adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Barat.

Meski demikian, menurut dia, pemerintah bersama kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Negara telah melakukan pencermatan dan deteksi dini secara mendetail dengan mengacu peta kerawanan pada pilkada tahun-tahun sebelumnya. “Saya optimis lancar dari sisi Pilkada-nya. Hasil evaluasi Pilkada selanjutnya akan menentukan pola pada Pileg dan Pilpres,” kata dia.

Dia berharap kepolisian berperan aktif menindak tegas setiap penggunaan isu SARA terlebih pada saat kampanye politik.

Bagi masyarakat, Tjahjo meminta agar menghindari penggunaan isu SARA, fitnah, dan ujaran kebencian serta proaktif melaporkan apabila mengetahu adanya penggunaan isu-isu yang berpotensi memecah-belah persatuan itu. “Memang sulit untuk mencegah penggunaan isu SARA. Akan tetapi harus ada masyarakat yang mengadukan ke kepolisian,” kata dia. (Knt)

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here