Kemacetan Jalan Cakung-Cilincing Berangsur Normal

Situasi Jl. Raya Cakung Cilincing arah Jl. Raya Bekasi, Sabtu (23/12/2017)

Jakarta, PONTAS.ID –  Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru 2017/2018) Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengatur operasional kendaraan angkutan barang untuk kendaraan dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih terhitung mulai 22 Desember pukul 00.00 WIB hingga 23 Desember pukul 24.00 WIB.

Namun masih saja aturan ini diabaikan pengemudi. Tak pelak hal ini mengakibatkan kemacetan panjang, seperti yang terjadi di di Jl. Raya Cakung Cilincing arah Jl. Raya Bekasi, “Situasi Jl Raya Cakung Cilincing arah Jl Raya Bekasi macet total, efek truk/trailer tetap mau masuk tol padahal sdh ada larangan,” kicau Toa Mahareza melalui akun twitternya @mahatoa, Sabtu (23/12/2017).

Kemacetan ini dibenarkan Polda Metro Jaya melallui akun twitter @TMCPoldaMetro, “Imbas truck trailer tidak bisa masuk Tol, situasi lalin di Jl Cakung Cilincing terpantau padat,” kata akun itu.

Namun kondisi tersebut mulai berangsur normal setelah pihak Kepolisian melakukan antisipasi Trailer masuk Tol, seperti penertiban truk trailer di Pintu Cakung timur dimana trailler parkir menggunakan hingga 3 jalur,  “Diatur dan diarahkan ke jalan arteri jalan baru Cakung,” kicau akun@TMCPoldaMetro.

Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, mengatur operasional kendaraan angkutan barang untuk kendaraan dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Kementerian Perhubungan memprediksi akan terjadi peningkatan volume lalu lintas selama periode Nataru 2017/2018, oleh karenanya kami mengeluarkan peraturan untuk mengatur operasional kendaraan angkutan barang terutama untuk kendaraan dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta, pekan lalu.

Pengaturan operasional kendaraan angkutan barang untuk kendaraan dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Nomor SK. 6474/AJ. 201/DRJD/2017 tanggal 14 Desember 2017.

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here