PP Urban Janji Perbaiki Rumah Warga Muara Angke, JIPI: Stop Permainkan Rakyat!

Ketua Umum JIPI, Tio Sianipar bersama warga Muara Angke, RW.22 Kel. Pluit saat pertemuan di kantor PT. PP Urban di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (28/11/2022)

Jakarta, PONTAS.ID – Warga RW.22, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kec. Penjaringan Jakarta Utara menunda aksi penyegelan proyek Dinas Perhubungan pagi ini, Senin (28/11/2022) pagi. Pasalnya, PT. PP Urban akhirnya bersedia menerima dan mendengar keluhan warga bersama Jaringan Intelektual Peduli Indonesia (JIPI).

“Kita tunda aksi penyegelan lantaran PT. PP Urban dalam tiga hari ke depan akan melakukan survei terhadap kerusakan 20 rumah warga terdampak proyek ‘Peningkatan Dermaga Pelabuhan Muara Angke’ dari anggaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta,” kata Ketua Umum JIPI, Tio Sianipar usai pertemuan di Muara Angke, Jakarta Utara, pagi tadi.

Tio Sianipar kembali menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses ganti rugi hingga selesai termasuk mekanisme survei dengan mendatangkan ahli konstruksi dari PT. PP Urban.

“Stop mempermainkan rakyat! Dan kami akan memastikan setiap kebijakan yang dibuat pemerintah harus berpihak kepada masyarakat. Untuk itu, kami akan kawal penyelesaian masalah ini sampai tuntas!” tandasnya.

Pantauan PONTAS.id saat pertemuan, warga bersama dengan JIPI serta pihak PT. PP Urban sepakat melakukan survei ulang dan mendata kembali terhadap 20 rumah warga terdampak.

“Iya diganti rugi. Warga katanya tidak dengan perbaikan rumah, tapi dengan uang saja,” ungkap perwakilan PT. PP Urban, Sodikin saat ditemui PONTAS.id usai bertemu warga.

Aksi Segel Proyek
Sebelumnya, warga RW.22, Muara Angke, telah mematangkan rencana penyegelan proyek dengan membuat spanduk dan menyurati pihak Kepolisian sebelum melakukan aksi.

“Penyegelan terpaksa kami lakukan persis di gerbang masuk proyek,” kata Tio Sianipar.

Alasan penyegelan kata Tio, lantaran sebanyak 26 rumah warga rusak terdampak proyek “Peningkatan Dermaga Pelabuhan Muara Angke” tersebut yang menyebabkan warga khawatir saat tinggal di dalam rumah masing-masing;

“Bahkan, warga terdampak telah sabar menunggu janji-janji hingga 3 bulan lebih dari Pemprov DKI yang akan mengganti kerugian warga atau melakukan perbaikan terhadap rumah terdampak proyek tersebut, tak kunjung terealisasi,” tegasnya.

Alasan ketiga, lanjut mahasiswa Program S3 Universitas Indonesia ini, karena warga bersama-sama dengan Pengurus JIPI telah mengadukan ini ke Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pada Selasa, 15 November 2022, “Juga tidak ada respon ataupun niat baik dari Pemprov DKI Jakarta,” paparnya lebih jauh.

Berikutnya, proyek ini dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT. PP Urban dengan nilai kontrak sebesar Rp.57,9 miliar lebih namun dalam pelaksanaannya malah membuat warga resah.

“Alasan ke-lima, ini sebagai desakan kami terhadap Menteri BUMN, Erick Thohir untuk memberikan perhatian serius terhadap kinerja BUMN yang melakukan pembiaran atas penderitaan warga yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Lapor Gubernur DKI
Sebelumnya, JIPI turut mendampingi warga Muara Angke mengadu ke Kantor Gubernur DKI Jakarta, pada Selasa (15/11/2022) lalu.

“Sudah dilaporkan dari tiga bulan lalu, tapi hanya janji. Tidak ada jawaban pasti, apa rumah warga diperbaiki atau digantirugi,” kata Tio ketika itu.

Ada juga warga kata Tio yang terpaksa memperbaiki rumahnya dengan biaya jutaan karena dinding yang ambruk disebabkan pondasinya turun sedalam 25 Cm terdampak proyek yang menggunakan tiang pancang.

Itu sebabnya, JIPI bersama warga akan mengadukan permasalahan ini kepada Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono untuk segera memerintahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberikan ganti rugi bagi warga terdampak.

“Semoga cepat direspon pak Heru Budi Hartono. Dan kami tegaskan, JIPI akan melakukan aksi berikutnya!” tegasnya.

Penulis: Yos Casa Nova F
Editor: Rahmat Mauliady

 

Previous articlePotensi Alam Indah Harus Dimanfaatkan untuk Kemakmuran Masyarakat
Next articlePengganti Jenderal Andika adalah Laksamana Yudo Margono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here