Keuangan Babak Belur, DPRD Ingatkan Pemprov DKI

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anzani

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Zita Anzani menyoroti realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga triwulan kedua yang baru terealisasi sebesar 23 persen.  Proyeksi Pemprov DKI Jakarta, PAD pada Tahun Anggaran 2021 ditarget sebesar Rp.43,37 triliun.

“Jadi menurut saya Pemprov harus bikin kebijakan yang tepat dan berdampingan. Jangan terlalu kencang remnya. Dikhawatirkan nanti akibatnya pajak kita drop, karena pencapaian PAD kita saja masih sangat rendah,” ujarnya di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/6).

Zita menyarankan agar Pemprov DKI selektif dalam membuat peraturan terkait jam operasional tempat usaha agar penerimaan pajak bisa segera membaik disaat melonjaknya kasus Covid-19.

“Menurut saya ekonomi juga harus sama-sama jalan, karena sudah banyak usaha yang collapse, UMKM yang tutup. Jadi tidak perlu semuanya ditutup, harus selektif hanya tempat yang memang basis penularan saja (yang ditutup),” tandasnya.

Sebagai informasi, pada Mei 2021 lalu, Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta menyoroti lemahnya pendapatan dari 13 jenis pajak pada triwulan pertama saat menggelar rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), .

Saat itu, Komisi C mendorong Bapenda melakukan trobosan pada pencatatan pajak dengan memanfaatkan teknologi informasi atau berbasis daring (dalam jaringan).

Penulis: Heru Mindarto
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleUtang hingga Pajak Naik, PKS: Pemerintah Harus Evaluasi Kebijakan Ekonomi
Next articlePercepat Pelayanan, Kejari Indramayu Hadirkan Drive Thru Tilang