Jakarta, PONTAS.ID – Kenaikan positif Covid-19 harian di seluruh Indonesia hari ini tercatat sebanyak 1.907 kasus. Jakarta menjadi yang tertinggi kenaikannya mencapai 1.054 kasus positif hari hingga Kamis (23/6/2022).
Angka tersebut disusul dengan Jawa Barat dengan kasus positif harian sebanyak 332 kasus, dan Banten sebanyak 236 kasus dalam sehari.
Tercatat kenaikan positif COVID-19 harian di seluruh Indonesia sebanyak 1.907 kasus, sehingga angka konfirmasi positif sebesar 6.074.825 kasus.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) juga meminta semua pihak untuk terus memperkuat protokol kesehatan guna mengantisipasi kenaikan kasus Covir-19 dengan adanya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5
Sementara itu,Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana melakukan pengetatan kegiatan masyarakat meski kasus positif Covid-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Kami belum melihat ke arah sana (pengetatan) dulu,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, di ITC Cempaka Mas, siang tadi
Menurut dia, pengetatan dilakukan ketika kapasitas rumah sakit terbatas dan mulai penuh.
“Jadi pengetatan itu karena rumah sakitnya punya kapasitas yang terbatas. Nah hari ini kami menyaksikan jumlah orang yang harus dirawat tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” kata Anies.
Ia menilai saat ini kondisi Covid-19 di Jakarta masih relatif biasa dan tingkat orang yang dirawat di rumah sakit masih relatif stabil meski ada peningkatan kasus positif.
“Kasus meningkat tapi di sisi lain tingkat yang dirawat itu masih relatif stabil yang mengkhawatirkan dari Covid-19,” katanya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga Rabu (22/6/2022) jumlah kasus aktif yang dirawat dan diisolasi bertambah 864 kasus sehingga mencapai 6.779 kasus.
Kasus positif bertambah mencapai 1.226 kasus sehingga total akumulasi mencapai 1,26 juta kasus.
Adapun jumlah orang yang dites usap PCR dalam satu pekan terakhir mencapai sekitar 60 ribu orang dengan tingkat persentase positif sepekan terakhir mencapai 9,6 persen.
Jumlah orang yang dites usap PCR sesuai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk DKI Jakarta dalam sepekan adalah 10.645 orang.
Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady



























