Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah baru saja mengumumkan dua kasus positif virus corona pertama di Indonesia. Penyakit mematikan itu menjangkiti seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat. Diduga, mereka tertular dari warga negara Jepang, tinggal di Malaysia dan melakukan perjalanan ke Indonesia.
Sebelumnya, Malaymail memberitakan WN Jepang berusia 41 tahun dinyatakan positif Corona di negara tersebut. Ia disebut pernah berkunjung ke Indonesia.
Pasien ke-24 di Malaysia itu diidentifikasi sebagai perempuan berkebangsaan Jepang berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Ia sebelumnya bepergian ke Jepang pada Januari dan ke Indonesia pada awal Februari.
Pasien memiliki gejala demam dan menerima perawatan pada 17 Februari dan dikonfirmasi positif pada 27 Februari. Saat ini (WN Jepang) dia sedang diisolasi di RS Kuala Lumpur.
Pemerintah menanggapi kebobolan penularan virus ini. Melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Novie Riyanto, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan akan melakukan pengkajian ulang terkait adanya kecolongan warga negara Jepang yang melakukan penerbangan ke Indonesia. .
Novie mengatakan Kemenhub dan operator sudah melakukan pencegahan dan pengawasan di bandara. Pencegahan tersebut diterapkan dengan memasang alat bernama Thermal Scanner (alat pemindai suhu).
Menurutnya, perangkat ini adalah alat yang canggih untuk mendeteksi suhu tubuh yang tinggi dan virus korona pada penumpang.
“Kita kan sudah memasang thermal scanner di bandara. Nah, ini bisa mendeteksi hanya dengan penumpang melewati area ini. Di lapangan yang mengawasi adalah operator, salah satunya PT Angkasa Pura II (AP II),”, Senin (2/3/2020).
Meski begitu, pihaknya mengatakan kebobolan yang terjadi bisa saja disebabkan penumpang asal Jepang tersebut masih dalam keadaan normal.
Ia berasumsi saat melakukan penerbangan, WN Jepang tersebut belum positif terkena virus Covid-19 ini.
“Kan kita belum tahu, mungkin penumpangnya belum terinfeksi virus (saat penerbangan ke Indonesia). Nanti kita akan perketat lagi pelaksanaannya” imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan lebih lanjut dengan kementerian terkait dan operator.
Menurutnya, ada tahap pelaksanaan yang perlu dievaluasi kembali karena secara sistem sudah disiapkan alat pemindai suhu tubuh tersebut.
“Kemenhubkan hanya sebagai pelaksana. Tapi kami memang sudah ada instruksi untuk melakukan penguatan pengawasan terkait korona ini. Maka kami akan melakukan koordinasi kembali dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu),” jelasnya.
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM




























