Tiongkok Buka Sekolah Dibantu Robot, Indonesia Punya ‘Skenario’ Sendiri

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah

Jakarta, PONTAS.ID – Berbagai Negara seperti Tiongkok, Denmark, Jepang, Taiwan, Israel, dan Norwegia, secara bertahap telah kembali membuka sekolah-sekolahnya. Tiongkok telah memulai langkah ini sejak pertengahan April 2020, bulan lalu.

Di Tiongkok, upaya untuk secara berangsur membuka kembali sekolah-sekolah juga ditunjang dengan penggunaan robot yang bisa memindai virus dalam tubuh para siswa. Meski dibanderol sekira Rp 83 juta rupiah, ribuan sekolah di Tiongkok sudah menggunakan robot ini.

Di Indonesia, langkah serupa dinilai belum tentu tepat dipilih sebagai sebuah kebijakan di masa pandemi Corona/Covid-19, saat ini.

Pasalnya, menurut Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudin, saat ini justru virus telah terdeteksi di seluruh provinsi di Indonesia.

“Kita berharap memang dalam 2 bulan sudah selesai, namun harus kita lihat perkembangan 2 bulan ke depan. Dikhawatirkan, dengan adanya Idul Fitri dan masih adanya orang-orang yang memaksakan mudik, kasus di daerah menjadi lebih tinggi,” kata Hetifah, Selasa (12/5/2020).

Di Indonesia, Hetifah melanjutkan, tingkat ketidakpastian Pandemi Corona/Covid-19 masih tinggi, sehingga pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, telah menyiapkan beberapa skenario terkait dengan langkah yang akan dilakukan, “Jika (pandemi ini, Red) selesai Juni, Juli, dan seterusnya,”.

Komisi X DPR RI sebagai pengawas kerja pemerintah, kata Hetifah, berharap ada penguatan persiapan pembelajaran daring beserta sistem pendukungnya dalam implementasi skenario-skenario yang ada.

Hetifah juga belum melihat penggunaan robot pemindai virus belum tepat diterapkan di Indonesia.

Sepertinya, kata Hetifah, “kemampuan fiskal kita masih jauh untuk menerapkan itu di seluruh Indonesia,”.

“Lebih baik jika nanti memang sekolah dibuka, kita berdayakan tenaga-tenaga kesehatan yang ada dan puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan pada anak-anak di sekolah,” kata Politisi Golkar itu.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

Previous articleEmas Antam Turun Rp 8.000 per Gram
Next articlePengamat: Pemerintah Harus Membuat Stimulus Ekonomi yang Tepat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here