Ogah Copot Ketua RT Bermasalah, Lurah Johar Baru Bilang Begini

Jakarta, PONTAS.ID – Lurah Johar Baru, Siswanto membantah bahwa dirinya menyuruh warga agar berkelakuan baik terhadap RT agar mendapat Bantuan Sosial (Bansos) saat pandemi Covid-19. Bantahan ini disampaikan merespon tindakan diskriminatif yang dialami warga sejak awal pandemi 2020 lalu.

“Saya tidak pernah mengeluarkan ucapan seperti itu, inikan perselisihan antara RT dan warganya. Kalau di antara mereka tidak ada komunikasi bagaimana mau jalan. Saya minta agar mereka baik-baiklah, RT-nya pun sudah saya datangin, tapi yang terjadi berkembang lagi masalah yang lain,” ujar Siswanto.

Terkait perlakuan oknum Ketua RT, Siswanto mengaku tidak berwenang memberhentikan Ketua RT merujuk Nomor 171 Tahun 2016 tentang Pedoman Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

“Jadi hanya pembinaan saja,” kata dia.

Pernyataan Siswanto ini tidak sesuai dengan bunyi Pasal 36 Pergub DKI Nomor 171/2016, “Lurah dapat menonaktifkan ketua dan/pengurus RT sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 ayat (2) atas usul masyarakat dan/atau hasil temuan lapangan dengan memperhatikan alat bukti dan/atau saksi dengan atau tanpa musyawarah RT.”

Sebelumnya, warga Kelurahan Johar Baru mengeluhkan perlakuan salah seorang oknum Ketua RT (Rukun Tangga) yang dinilai diskriminatif saat melayani masyarakat. “Sudah berulang kali kami adukan kepada Lurah Johar Baru, namun hingga kini tak kunjung ada sanksi tegas,” kata warga, kepada PONTAS.id, Rabu (17/11/2021).

Bahkan, warga menilai jawaban Lurah Johar Baru tidak memuaskan pihaknya saat mengadukan terkait daftar penerima Bansos Covid-19, “Kalau Ibu dekat dan baik sama RT-nya, tanpa ada nama di catatan (data bansos) ibu bisa dapat. Sebaliknya, kalau ibu tidak dekat dengan RT-nya meskipun ada namanya ibu tidak akan dapat. Saya aja dapat,” ujar Siswanto yang ditirukan warga Johar Baru itu.

Tak hanya terkait Bansos, ia mengungkapkan pernah mengalami perlakuan tak adil saat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT untuk anaknya yang akan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru dari jalur prestasi.

“Alih-alih diberikan surat itu, saya malah mendapat perkataan yang tidak sepantasnya dikeluarkan oleh oknum RT tersebut,” keluhnya.

Senada, nasib yang sama juga dialami oleh seorang lansia yang secara ekonomi mengalami nasib kurang beruntung, sebut saja Inez (bukan nama sebenarnya) saat menyerahkan data diri kepada Ketua RT di awal pandemi.

“Bukannya diterima, saya malah diusir mungkin karena saya tidak memilih diac saat Pemilihan RT dulu,” kata Inez.

Tak sampai di situ, Inez juga mengaku dihardik Ketua RT tersebut, “Lu! Udah bukan warga gua, KK lu udah gua hapus dari wilayah ini. Lu kalau mau ngadu ke mana aja silahkan kalau bisa,” ujar Inez saat menirukan perkataan dari oknum RT tersebut kepada dirinya.

Tak sampai di sini, keluhan kembali diceritakan oleh seorang ibu rumah tangga, pada saat itu dirinya meminta membuat surat pengantar RT untuk keperluan menikah, alih-alih dilayani oleh RT, dirinya malah mendapatkan perlakuan yang tercela.

“Jadi saya waktu itu datang baik-baik menemuinya untuk meminta surat pengantar dari RT, bukannya dilayani dengan baik, dia malah mendobrak pintu dengan kencang lalu meninggalkan saya,” ungkapnya.

 

Penulis: Rahmat Mauliady

Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleDemo aksi Damai, Petani Indramayu Tuntut Hak Tanah Garapan
Next article1.261 Tahun Kabupaten Malang, PU Bina Marga Gelar Survei Infrastruktur

9 COMMENTS

  1. Kalau mau masukin berita, sebaik nya konfirmasi sama ketua RT nya, itu warga yg melapor warga yg tidak bener, mohon wartawan nya konfirmasi ke Ketua RT, itu baru bener, dan warga yg melapor semua hidup nya bermasalah

  2. Iyaa betul ganti aja oknum yg pake jabatan Rt nya , kurangi oknum oknum macam RT kaya gitu . Dimulai dari hal hal kecil

  3. Itu harus ditindak lanjuti, apabila begitu kan tidak menunjukkan sifat demokratis harus sesuai dong sama opini warga nya. Kalau ingin ganti rt seharusnya diproses.

  4. Iya saya juga pernah mengalami hal yang serupa tapi begitu buat laporan ke kelurahan langsung di proses kok sama lurahnya. Tapi kok ini malah sekongkol lurah dan rt nya 😆😆☺

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here