Lagi, Polda Metro Gulung Penimbun Obat Covid-19

Kombes Yusri Yunus
Kombes Yusri Yunus

Jakarta, PONTAS.ID – Polda Metro Jaya kembali menangkap 24 orang atas dugaan penimbunan obat terapi Covid-19. Para tersangka yang salah satunya berprofesi sebagai perawat, kemudian menjual kembali obat-obatan tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

“Para tersangka membeli dari apotek dan farmasi dengan harga standar dengan cara memalsukan surat dokter. Mereka bekerja sama dengan oknum petugas apotek,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Sedangkan oknum perawat yang diketahui berinisial RS itu terlibat dengan modus mengumpulkan obat milik pasien Covid-19 yang meninggal dunia untuk kemudian dijual dengan harga tinggi, “Jadi ada pasien yang meninggal dunia obatnya dikumpulkan, nanti kalau udah terkumpul dia mainkan dengan harga eceran tertinggi,” tutur Yusri.

Yusri juga menyebut tindakan para pelaku penimbunan ini sangat meresahkan masyarakat yang banyak membutuhkan obat terapi Covid-19 di tengah pandemi.

“Kita ketahui memang banyak masyarakat yang membutuhkan obat terapi Covid-19, namun ternyata banyak penjahat yang memikirkan kantong sendiri tanpa memikirkan dampak yang sangat besar,” ujar Yusri.

Selain RS, adapun inisial para tersangka lain, yakni BC, MS, AH, LO, RH, TF, NN, SJ, MS, MH, RB, AH, SO, YN, HH, AA, UF, LP, DW, MI, MR, DS, dan MD.

Sedangkan barang bukti yang disita para tersangka adalah berbagai obat terapi Covid-19 seperti Avigan Favipiravir, Actemra, Fluvir Oseltamivir, Azithromycin, dan Ivermectin.

Atas perbuatannya para pelaku dipersangkakan dengan Pasal 196 dan atau Pasal 198 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 Juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Harga Selangit
Pekan lalu, penyidik Polres Metro Jakarta Barat juga telah menetapkan dua petinggi PT ASA berinisial YP (58) S (56) sebagai tersangka dugaan tindak pidana penimbunan obat Covid-19.

“Kita tetapkan dua tersangka pada kasus ini yaitu direktur dan komisaris dari PT ASA ini kita jerat dengan UU perdagangan UU perlindungan konsumen dan UU pengendalian wabah penyakit menular,” kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso di Jakarta, Jumat, pekan lalu.

Kedua tersangka tersebut menurut Bismo terbukti menimbun obat jenis Azithromycine Dehydrate, Flucadex dan beberapa obat lain di sebuah gudang kawasan Jakarta Barat.

Bismo mengatakan awalnya PT. ASA menerima persediaan obat tersebut sejak 5 Juni 2021 lalu. Namun, saat beberapa pelanggan meminta obat tersebut, pihak perusahaan kerap berdalih bahwa tidak memiliki stok obat.

Alasan yang sama juga dikatakan pihak perusahaan kala melakukan rapat via daring dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Dalam zoom meet menanyakan stok obat Covid-19 ini yang selalu dijawab tidak ada dan tidak dilaporkan. Tidak kooperatif dalam pelaporan,” ujar Bismo.

Tersangka pun menimbun obat-obatan tersebut hingga harganya menjadi tinggi di pasaran.

Tersangka memasang harga Rp.600 hingga Rp.700 ribu per kotak sedangkan umumnya satu tablet hanya dijual Rp 7.500.

“Harga Rp1.700 untuk satu tablet. Satu kotak isinya 20 tablet. Mereka ini harganya bisa mencapai Rp.600.000 sampai Rp.700.000 satu kotak,” tutur Bismo.

Polisi pun menyita 730 kota obat Azythromycine Dehydrate dan beberapa obat lain yang diperuntukkan untuk pasien COVID-19.

“Kita jerat tersangka dengan UU perdagangan UU perlindungan konsumen dan UU pengendalian wabah penyakit menular. Ancaman hukuman lima tahun penjara,” ungkap Bimo.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articleLazada Tutup Akses Barang Impor, MPR: Ayo Beli Produk dalam Negeri
Next articleKM United Terbakar di Perairan Sergai, 2 ABK masih Hilang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here