Peras Pengusaha Ikan, Polda Kepri Ringkus 1 PNS

Batam, PONTAS.ID – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berhasil mengamankan seorang tersangka Inisial WD yang merupakan ASN di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM). Pasalnya, WD diduga telah melakukan tindak pidana korupsi kegiatan Ekspor hasil perikanan jenis Udang yang akan di kirim ke Singapura.

Berdasarkan Laporan Polisi nomor LP-A/43/V/2021/SPKT-Kepri, tersangka WD diamankan pada Jumat (4/6/2021) jam 13.50 WIB di Morning Bakery KBC Batam.

″Berawal pada Rabu (19/5/2021) lalu. Penyelidikan kami bersadarkan dari laporan masyakarat,” terang Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Apri Fajar Hermanto.

Fajar menungkapkan, kami melakukan OTT terhadap Inisial WD selaku pegawai di SKIPM Hasil Perikanan wilayah kerja pelabuhan Sagulung.

“Inisial WD ini telah melakukan berulang kali meminta sejumlah uang pada kegiatan Ekspor Udang ke Singapura dari Kota Batam. Dari kegiatan OTT tersebut kita dapatkan barang bukti satu Buah Amplop Berwarna Coklat Bertuliskan “To Pak Wildan” yang berisikan uang tunai sejumlah Rp. 12.450.000,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, ada juga Laporan Exsport Udang Vaname Ahua Bulan April 2021 beserta barang bukti lainnya berupa satu Unit Handphone Merk Xiaomi dan Tas sandang merk Calvin Klein warna hitam. “Tas itu berisikan beberapa buku tabungan dan kartu ATM serta Uang Tunai Dolar Singapura sejumlah SGD 16.636,” paparnya.

Dari rangkaian OTT tersebut ada lima orang saksi yang telah kita lakukan pemeriksaan dan Pasal yang kita persangkakan adalah Pasal 12 Huruf (E) UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Pegawai Negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri,” disebut-sebut.

Fajar membeberkan, bahwa tersangka ini melakukan kegiatan nya sejak bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2021 dan korbannya telah memberikan uang sebanyak empat kali. Pada bulan Februari sebesar Rp. 5.410.000,-, bulan Maret Sebesar Rp. 3.560.000,-, bulan April sebesar Rp. 7.970.000,- dan tanggal 21 Mei sebesar Rp. Rp. 12.450.000,- .

“Untuk keterlibatan tersangka lainnya sampai dengan saat ini masih terus kita dalami,” Tutup Fajar.

Penulis: Tomson Budi.
Editor: Ahmad Rahmansyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here