
Jakarta, PONTAS.ID – Koalisi Masyarakat Pemerhati Anggaran dan Pembangunan Jakarta (Komander) mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Pasalnya, Marullah Matali dinilai gagal menerjemahkan instruksinya sehingga menimbulkan keresahan bagi pengusaha.
“Pejabat tidak mampu memahami Instruksi Sekda sehingga blunder dengan mengirimkan surat imbauan ke perusahaan-perusahaan. Di tengah pandemi, perusahaan masih beroperasi saja patut kita syukuri. Ini malah diminta untuk menambah pengeluaran!” kata Direktur Eksekutif Komander, Yoga Pangestu saat ditemui PONTAS.id, di Tanah Abang, Sabtu (8/5/2021).
Sekda DKI Jakarta kata Yoga, menjadi motor utama pemerintahan di Ibu Kota dengan tugas membantu Gubernur dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administratif.
“Kalau pak Anies ingin meninggalkan kesan pemerintahan yang bersih dan melayani, menurut saya sudah saatnya mengganti Sekda dan segera membentuk panitia seleksi. Kalau tidak, jika benar pak Anies mau maju pada Pilpres 2024, saya yakin akan kandas kalau kualitas Sekda seperti ini,” tutupnya.
Belajar dari Bobby
Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution telah mencopot Lurah Sidorame Timur Hermanto lantaran diduga meminta sesuatu kepada warga yang mengurus administrasi, pada April lalu.
Sebelum dicopot, Lurah itu masih sempat berdalih apa yang dilakukannya tidak ada unsur paksaan, hanya sebatas kemampuan warga.
“Maaf ya Pak, saya tidak pernah minta sampai segitu, seikhlasnya. Jujur pak, kalau dikasih saya terima dan kalau enggak dikasih, ya sudah. Tidak ada saya patok-patok, Pak. Selama ini masyarakat banyak yang terima kasih saja dan saya tidak ada masalah,” kata Lurah itu berkelit.
Namun, Bobby tak goyah dengan keputusannya dengan mencopot Lurah Sidorame Timur itu, “Bapak dan ibu jangan begitulah, masyarakat sekarang sudah susah. Pantas saja kalau begini program kita tidak berjalan,” tegas Bobby saat itu.
Permasalahan ini berawal, saat Lurah Kayu Putih, mengimbau pengusaha sekitar untuk menyediakan tajkil bagi warga.
Dalam edaran yang juga disebarkan melalui group WhatsApp itu, perusahaan diharapkan dapat menyediakan 150 boks makanan kepada warga kurang mampu setiap hari.
Kepada wartawan, beberapa waktu lalu, Lurah Kayu Putih mengatakan yang dilakukannya hanya imbauan untuk dapat bersama-sama meringankan beban warga yang tidak mampu di sekitar. Hal ini merujuk Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Nomor 40 Tahun 2021 tentang rangkaian kegiatan Ramadhan 1442H/2021 di provinsi DKI Jakarta.
Hingga berita ini dipublikasikan, Lurah Kayu Putih belum memberikan tanggapannya. “Bu Lurah baru saja pulang, tapi segera saya sampaikan agar bisa dijawab,” ucap Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kayu Putih, Teguh saat ditemui PONTAS.id, di Kantor Lurah Kayu Putih, Sabtu (8/5/2021) sore.
Berita ini telah mengalami penyuntingan untuk memberikan informasi yang lebih akurat berdasarkan komunikasi lanjutan dengan nara sumber.
Penulis: Rahmat Mauliady /Fajar Virgyawan Cahya /Heru Mindarto
Editor: Pahala Simanjuntak

























