JAKARTA, PONTAS.ID— Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus mematangkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait reforma agraria. Sejumlah persoalan yang menyangkut tumpang tindih regulasi dan pengelolaan sumber daya alam masih harus dikaji secara bertahap sebelum mencapai kesimpulan.
Anggota Baleg DPR RI, Eva Monalisa, mengatakan pembahasan reforma agraria tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena terdapat banyak persoalan di lapangan yang perlu dipilah dan diselesaikan satu per satu.
“Step by step kita benahi dulu, karena memang ini tidak bisa secepat kilat. Banyak permasalahan di bawah yang memang harus dipilah-pilah satu per satu,” kata Eva kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, pembahasan juga masih melibatkan berbagai pihak dan lembaga yang berkaitan dengan sektor kehutanan, pertanahan, kelautan, pertanian, hingga perusahaan kontraktor.
Eva menyebut Baleg masih akan melakukan forum diskusi dan pendalaman dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pihak kelautan serta perusahaan kontraktor seperti PT Wijaya Karya (WIKA).
“Besok juga kita masih akan ada RDP dengan kelautan, dengan perusahaan seperti WIKA, perusahaan-perusahaan kontraktor. Jadi masih dalam pembahasan untuk agraria,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembahasan reforma agraria diarahkan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam tetap berpijak pada amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni sumber daya alam dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Konklusinya kita akan tetap memperjuangkan ini sesuai dengan Pasal 33. Semua alam, termasuk sumber daya alam, air dan lain-lainnya harus dikuasai oleh negara untuk sepenuhnya kesejahteraan masyarakat,” kata Eva.
Terkait target penyelesaian sebelum masa reses DPR pada Oktober 2026, Eva mengaku belum dapat memastikan waktunya.
Namun, ia menyebut Baleg menargetkan pembahasan reforma agraria dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.
“Kalau untuk target, saya belum bisa memastikan. Tapi target dari Baleg, yang jelas tahun ini, akhir tahun ini mungkin sudah selesai,” ujarnya.
Eva menambahkan, Baleg kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pembahasan. Proses pendalaman dilakukan secara intensif dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap agenda reforma agraria.
“Tiap hari kita berpacu dengan waktu. Tiap hari Baleg, tiap hari FGD dengan pihak-pihak lain mengenai reforma agraria. Jadi kita harapkan, kita tunggu saja nanti,” pungkasnya.




























