
Sergai, PONTAS.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sergai melakukan Program Pendataan Keluarga tahun 2021.
Dalam pendataan awal, BKKBN langsung menyasar rumah dinas Bupati Sergai, Darma Wijaya berada di Seirampah.
Dalam sambutannya usia BKKBN mendata keluarganya, Bupati Darma Wijaya mengapresiasi kegiatan ini dengan tujan melaksanakan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan rakyat.
“Proses pendataan yang dilakukan tatap muka seperti ini, tentu datanya akan lebih komprehensif karena petugas bisa mewawancarai secara langsung para keluarga dari rumah ke rumah,” katanya didampingi istri Rosmaida di rumah dinas, Jumat (2/4/2021).
Darma Wijaya bilang, agenda Pemerintah yang rutin dilaksanakan setiap 5 tahun sekali ini penting karena, keluarga adalah unsur fundamental dalam merancang kebijakan pembangunan suatu daerah.
“Lewat pendataan ini, pemerintah dapat memotret dan mengenali tiap-tiap keluarga lewat serangkaian pertanyaan yang telah dirancang sedemikian rupa. Dari sini maka akan tergambar potensi dan tantangan yang nantinya dapat dipakai untuk mengukur kualitas berbagai aspek seperti kemandirian, kebahagiaan, dan aspek-aspek lain dari keluarga di Sergai,” ujarnya.
Darma Wijaya pun mengimbau kepada masyarakat tinggal di wilayah Sergai agar iikut berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah tersebut.
” Berikan jawaban terkait data yang diminta petugas dengan benar dan lengkap,” tegasnya.
Ditempat yang sama Rosmaida mengatakan ikhwal ditanyakan oleh petugas BKKBN seputar masalah kependudukan dan keluarga.
Ia juga berpendapat, jika pertanyaan tersebut bernilai penting untuk memetakan kondisi rinci sebuah keluarga, terutama terkait kesehatan, pendidikan serta perekonomian.
“Saya berharap masyarakat Sergai menerima program ini dengan baik,dan memberikan data yang sebenarnya. Data Anda sangat membantu perencanaan keluarga di seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, petugas BKKBN, Juliana Pohan menerangkan jika proses pendataan ini merupakan upaya untuk menghimpun data dan informasi keluarga akan diolah dan kemudian dipakai untuk menjadi dasar dalam menyediakan kebu tuhan keluarga guna perencanaan kehidupannya di berbagai aspek.
“
Dalam proses pendataan ini, saya akan melontarkan 30 pertanyaan yang menyangkut kependudukan, keluarga, kondisi ekonomi dan kesejahteraan termasuk soal program Keluarga Berencana,” pungkas Juliana.
Penulis: Andy Ebite
Editor: Luki Herdian



























