Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Stasiun Pasar Senen, Dananjaya menolak menanggapi terkait dugaan buruknya akurasi alat uji Covid-19, GeNose yang dipergunakan di stasiun yang dipimpinnya.
Penolakan ini disampaikan Dananjaya saat ditanyakan soal salah seorang calon penumpang Kereta Api tujuan Surabaya harus menjalani Tes Antigen karena dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan GeNose di Stasiun Pasar Senen.
“Genose itu diperintahkan oleh Menteri perhubungan. Jadi tanyakan saja langsung sama pak Budi Karya Sumadi mengapa GeNose itu dijadikan indikator bebas Corona. Tidak ada hubungannya dengan PT KAI, Saya hanya ditempatkan saja di stasiun ini,” kata Dananjaya saat ditemui PONTAS.id di kantornya, Kamis (4/3/2021).
Sebelumnya, AD (44), calon penumpang Kereta Api mengeluhkan pengujian Covid-19 di Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat.
“Awalnya saya melakukan uji Covid-19 melalui tes GeNose dengan biaya Rp.20 ribu. Hasilnya saya dinyatakan positif. Padahal saat itu kondisi saya sedang dalam kondisi yang sangat fit,” ungkapnya saat mengadukan pengalaman dirinya kepada PONTAS.id, Rabu (3/3/2021).
Setelah terbit hasil GeNose, petugas kata AD memberikan dirinya dua pilihan, yakni membatalkan perjalanan atau melakukan kembali Tes Antigen dengan biaya Rp.105.000.
“Ketika saya melakukan tes uji Covid-19 pakai Antigen, hasilnya malah negatif. Berarti pemeriksaan virus Corona melalui GeNose belum teruji kebenarannya,” keluhnya
“Kalau memang belum teruji, mengapa GeNose bisa dipakai oleh PT KAI sebagai indikator bebas Corona. Jangan-jangan ini hanya akal-akalan saja,” tandasnya
Sebagai informasi, GeNose merupakan karya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang penelitiannya didanai Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).
Penulis: Fajar Virgyawan Cahya /M Abdi Nurroin
Editor: Rahmat Mauliady




























