Sidoarjo, PONTAS.ID – Tempat pemotongan sapi atau rumah potong hewan (RPH) Krian milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo harus modernisasi. Daging yang diterima dan beredar di warga Sidoarjo juga daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal. Demikian disampaikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat meninjau langsung proses pemotongan sapi di RPH Krian, Kamis, (4/3/2021).
Menurutnya, Dengan harga yang kompetitif, Usaha penjualan daging sapi di Sidoarjo bisa mengalami kenaikan. Dan ini dijamin Pemkab Sidoarjo hadir dan mengawal peredaran daging yang bersih, Sehat serta aman dikonsumsi masyarakat.
“Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada penyakit-penyakit dan sebagainya, ini penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo ini adalah mayoritas Islam, pemerintah wajib memastikan bahwa daging yang beredar dijamin ke halalan nya,” ujarnya
Ditambahkannya, Untuk proses pemotongan RPH Krian sesuai syari’at Islam sehingga ke halalannya dijamin dan masyarakatpun akan memilih jasa RPH ini karena dijamin kebersihannya, kehalalannya dan harganya murah.
“Yang terpenting hari ini kita meminimalisir adanya sapi-sapi gelonggongan itu, Daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo harus daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal,” pungkasnya.
Untuk diketahui, RPH Krian saat ini memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari. Untuk harga pemotongan sapi diluar harga paling rendah rata-rata Rp.700.000 – 800.000 per ekornya. Ada yang menentukan tarif perkilo mulai dari Rp.2000 – 3.500. sedangkan di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp. 400.000,- tiap ekornya.
Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala dan kulitnya. Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis/bersih karena menggunakan sistem pemotongan modern.
Penulis : Jumain Agus S
Editor : Agus Dwi Cahyono.




























