Tanjung Priok jadi Arena Tawuran, Warga Sindir Camat

Jakarta, PONTAS.ID – Aksi tawuran yang kerap terjadi di sekitar kolong tol yang berada di Jl. Warakas 1, Gg.21, Kecamatan Tanjung Priok semakin meresahkan warga. Pasalnya, selain menggunakan senjata tajam tawuran ini juga menggunakan bom molotov yang berpotensi menimbulkan kebakaran di lingkungan sekitar.

Pantauan PONTAS.id, tawuran kembali pecah pada Rabu (17/6/2020) subuh yang melibatkan pemuda dengan menggunakan senjata tajam serta aksi saling lempar batu hingga adu lempar bom molotov.

“Sayangnya, hanya aparat kepolisian dibantu Babinsa yang selalu terjun menghentikan tawuran. Sementara, dari pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Kecamatan Tanjung Priok, kami belum melihat keseriusannya untuk melakukan upaya-upaya pencegahah,” kata salah seorang pengurus RT yang meminta namanya tidak dicantumkan kepada PONTAS.id, Rabu (17/6/2020).

Menanggapi hal ini, Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda mengaku telah melakukan koordinasi dengan melibatkan unsur tiga pilar serta tokoh masyarakat setempat.

“Sudah saya musyawarahkan dengan tokoh masyarakat tiga kelurahan, antara lain Tanjung Priok, Warakas dan kelurahan Papanggo. Juga diadakan patroli gabungan di kolong tol,” kata Syamsul melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu (17/6/2020).

Saat ditanya, kapan pihaknya melakukan patroli gabungan serta melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat terkait upaya pencegahan tawuran, Syamsul hanya mengirimkan foto pertemuan warga disertai keterangan “Itu pertemuan di awal bulan April,” katanya.

Terpisah, Wakapolsek Tanjung Priok, AKP Nanang Sugeng menegaskan pihaknya selalu aktif membubarkan tawuran serta melakukan patroli rutin, khususnya di lokasi tawuran.

Nanang juga mengharapkan agar Camat, Lurah, Pengurus RW dan RT duduk bersama untuk mencegah tawuran yang meresahkan warga tersebut.

“Kan, ada tiga pilar. Ayo kita bersama sama mencari solusi yang terbaik agar jangan sampai ada yang terluka atau korban jiwa,” kata Wakapolsek saat dihubungi PONTAS.id, kemarin malam.

Tantangan yang dihadapi pihaknya, lanjut Wakapolsek, selain harus mengamankan tiga kelurahan tersebut, Personel Polsek Tanjung Priok juga harus tetap melakukan patroli di empat kelurahan lain yang berada di kecamatan Tanjung Priok.

“Mari kita cari solusi yang terbaik bagi para pelajar dan remaja yang masih punya masa depan. Ayo kita pikirkan jalan keluarnya bersama sama, jangan sampai berlarut-larut,” tutup Wakapolsek mengingatkan.

Penulis: Suwarto
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleProgram GCL Disdik Sergai, Selaras Dengan Aturan New Normal.
Next articleWacana Peleburan Pendidikan Agama dan PKN Jadi Satu, DPR: Itu Ahistoris