Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Jakarta Selatan, Budi Setiawan menepis dirinya terkait dengan dugaaan pungli parkir liar.
“Saya sudah tekankan kepada anggota di lapangan agar tidak melakukan pungli dalam melaksanakan tugas- tugas pokok di lingkup perhubungan ini,” Kata Budi saat ditemui PONTAS.id di kantornya, Jumat (24/4/2020).
Bantahan ini disampaikan Budi menepis informasi yang disampaikan warga terkait dugaan pungli parkir liar di jalan Jalan Kp. Dukuh sekitar Gandaria City, Jakarta Selatan.
Informasi yang diterima wartawan, tarif parkir sebesar Rp.5000 untuk sepeda motor itu, sebagian disetorkan ke Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, “Untuk biaya pengamanan,” kata sumber kepada wartawan beberapa waktu lalu.
“Jika memang terbukti ada oknum yang melakukan pungli saya akan mengambil tindakan. Karena tujuan saya ingin menciptakan Jakarta Selatan yang lebih bersih dan baik di kemudian hari,” tegas Budi Setiawan.
Untuk itu, pihaknya kata Budi akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP Kecamatan serta UP Perparkiran DKI Jakarta.
“Jika memang ada kerjasama resmi dengan UP Parkir, kita akan minta untuk dirapikan. Tapi jika memang parkir liar kita akan tertibkan,” tandasnya.
Pantauan terkini PONTAS.id, Jumat (24/4/2020) siang, petugas parkir mengutip Rp.5000 sekali parkir untuk kendaraan sepeda motor. Selain itu, petugas parkir juga tidak menyerahkan struk parkir seperti halnya parkir resmi.
Meski DKI Jakarta sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) areal parkir tersebut dipenuhi hingga 150 lebih sepeda motor.
Penulis: Yos Casa Nova F/Rahmat Mauliady/Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak




























