Dapat PMT dari DKI, 21 Anak Muntah-muntah

Jakarta, PONTAS.ID – Sebanyak 21 anak-anak dan dua orang dewasa mengalami muntah-muntah akibat diare usai menerima paket pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu Melati RW.10 Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019).

Saat ini lima orang tengah dirawat inap di Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) Pademangan sementara 16 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah melakukan pengecekan kepastiannya dan telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan. Sedang dicek kepastiannya dan sudah diambil sampelnya untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda),” kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim.

Sementara, Camat Pademangan Mumuh Mujtahid menjelaskan, jumlah yang terkena diare dan muntah-muntah yang diduga disebabkan PMT dari Posyandu, tercatat 21 anak serta dua orang tua.

“Awalnya ada PMT di Posyandu Melati Kelurahan Pademangan Timur. Kalau untuk keracunan saat ini tengah dicari penyebabnya di Labkesda, sampel makanan sudah diambil,” jelas Mumu saat ditemui di RSUK Pademangan, Rabu (9/10/2019) malam.

Mumu mengatakan, kemungkinan kejadian tersebut lantaran penatalaksanaan penyediaan makanannya kurang bagus. “Dari 27 paket makanan dan hanya 21 yang muntah-muntah tersebut bisa jadi daya tahan tubuh anak kurang fit (kurang baik),” imbuhnya.

Saat ini, pihak Kecamatan Pademangan tengah menunggu hasil dari laboratorium guna mengetahui dari makanan yang menjadi penyebabnya.

“Ada tiga macam makanan PMT diantaranya yakni biskuit, sayur sop, telur puyuh dan nasi. Tetapi kita belum mengetahui dari makanan mana. Mungkin nanti hasil dari laboratorium dapat diketahui paling cepat satu minggu. Sedangkan, sampel yang diambil guna dilakukan uji laboratorium sendiri yakni, makanan, biskuit kering serta muntahan,” tandasnya.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here