Warga Tertawai Proyek U-Ditch di Pademangan

Jakarta, PONTAS.ID – Warga Jakarta Utara menertawai pekerjaan saluran U-Ditch (Saluran drainase air dari beton bertulang berpenampang type U) di Jl. Budi Mulya, RW.10, kelurahan Pademangan Barat. Pasalnya, untuk alas di dasar U-Ditch pekerja memasukkan puing bekas bongkaran jalan yang sedang dikerjakan.

“Ha..ha..ha.., sekalian saja tidak pakai lantai kerja gak usah capek-capek memakai puing untuk lantai kerjanya,” kata salah seorang warga Jakarta Utara, Bobby Pardede kepada PONTAS.id, di bilangan Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (24/10/2019).

Menurut Bobby, seharusnya kontraktor maupun konsultan perencanaan memahami bahwa idealnya pembangunan saluran air yang menggunakan beton pracetak U-Ditch seharusnya membuat lantai kerja dengan mutu beton K125 atau yang kerap disebut B0 (B Nol).

“Permukaan lantai kerja dibuat serata mungkin dan dikontrol elevasinya berdasarkan elevasi pada patok-paton bantuan. Karena, kerataan lantai kerja sangat menentukan kerapian pemasangan U-Ditch yang dipasang di atasnya,” kata dia sambil tertawa.

Terkait pekerjaan saluran air dengan U-Ditch ini, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Binamarga Jakarta Utara, Bernhard Gultom beberapa waktu lalu dalam persoalan terpisah, juga pernah mengingatkan kontraktor agar mengganti U-Ditch yang telah terpasang jika tidak sesuai dengan spesifikasi dan mutu.

Hal ini disampaikan Bernhard menanggapi ditemukannya U-Ditch yang retak serta non pabrikasi pada kegiatan pembangunan/peningkatan jalan lingkungan Kota Administrasi Jakarta Utara (Lokasi Kecamatan Tanjung Priok) yang saat itu tengah dikerjakan kontraktor.

Bernhard juga mengingatkan kontraktor agar tidak menggunakan puing dalam pemasangan U-Ditch, “Bahkan Kontraktor juga diharuskan memasang U-Ditch pabrikasi. Dan urugan di sisi samping U-Ditch juga tidak boleh diurug dengan puing,” tegasnya.

Hal ini disampaikan Bernhard terkait proyek pemasangan U-Ditch di Jalan Ancol Selatan-I, RT.12/06 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara menggunakan U-Ditch retak serta non pabrikasi. Bahkan urugan di sisi samping U-Ditch juga menggunakan puing.

Dari informasi yang diperoleh PONTAS.id di lokasi berdasarkan salinan dokumen surat perintah mulai kerja ketika itu, diketahui kegiatan tersebut dikerjakan oleh PT. Bachtiar Marpa Prima.

Penulis: Heru Mindarto/Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleAlami Keretakan, Warga Pademangan Soroti Betonisasi Jalan
Next articleBis Bintang Utara Seruduk Truk, 1 Tewas dan Pengemudi Kabur