
Jakarta, PONTAS.ID – Kelurahan Papanggo, kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah menggelar musyawarah kelurahan (Muskel) untuk meningkatkan akurasi (ketepatan) dan validitas (keabsahan) data penduduk sasaran penerima program sosial melalui sistem Basis Data Terpadu (BDT).
Muskel ini dihadiri, pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) serta pengurus pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang ada di kelurahan Papanggo.
“Untuk memastikan jumlah keluarga miskin yang ada di kelurahan Papanggo melalui sistem BDT,” kata Lurah Papanggo, Maryono kepada PONTAS.id, di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019).
Dijelaskan Maryono, data BDT yang sebelumnya telah dimiliki pihaknya, terdapat 3.102 jiwa di kelurahan Papanggo dan tersebar di 7 rukun warga (RW) pemukiman.
Data yang disebut pre-list ini kemudian dibagikan oleh petugas pusat data dan informasi (Pusdatin) sosial yang ada di kantor kelurahan, kepada para pengurus RW untuk dilakukan verifikasi terhadap setiap nama yang terdapat dalam daftar tersebut.
“Hasil verifikasi ini kemudian yang kami bahas dalam musyawarah kelurahan tadi malam untuk disepakati bersama seluruh pihak terkait. Dan, muskel ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh oleh setiap kelurahan sebelum masuk ke tahapan berikutnya,” imbuhnya.
Hasil dari muskel ini lanjut Maryono, kemudian akan diserahkan ke tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara, “Dan data ini yang akan menjadi acuan petugas pusdatin melakukan kunjungan ke rumah (home visit) untuk melakukan validasi data,” pungkasnya.
Penulis: Suwarto
Editor: Pahala Simanjuntak



























Soal pembagian bansos untuk lansia d RT 007 RW.003.. ortu saya tidak pernah dapat bansos lansia padahal umur beliau suadah 62thn