Larangan Kantong Plastik, PD Pasar Jaya Cari Solusi Pengganti

Direktur Utama PD. Pasar Jaya, Arief Nasrudin

Jakarta, PONTAS.ID – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya selaku pengelola pasar tradisional di Jakarta tengah menggencarkan sosialisasi pelarangan penggunaan kantong plastik ke pedagang dan konsumen.

Hal itu dilakukan sejalan dengan rencana pengesahan peraturan gubernur (pergub) tentang sampah plastik pada Maret mendatang.

“Ya kita sudah mulai sosialisasikan hal itu, termasuk bahaya dari plastik itu sendiri,” ujar Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Arief mengusulkan agar pergub itu tidak hanya menjatuhkan sanksi terhadap pengguna kantong plastik. “Pergub itu, usulnya, seharusnya juga memberi sanksi terhadap produsen pembuat kantong kantong plastik” ujarnya.

“Harusnya juga ada sanksi ke produsen plastik itu sendiri, supaya produksi plastiknya juga berkurang,” tambahnya.

Sampai saat ini, PD Pasar Jaya juga sedang memikirkan solusi yang tepat untuk mengganti kantong plastik. Harga yang mahal dan kebiasaan konsumen pengguna plastik menjadi pertimbangannya.

“Kita sudah sempat diskusi soal pengganti kantong plastik, bisa kantong yang berbahan dari karung goni atau tembikar. Tapi, itu harganya lebih mahal, belum lagi soal kebiasaan masyarakat menggunakan plastik. Itu semua masih kita pertimbangkan. Untuk itu, kami harap pemerintah juga bantu carikan solusi yang tepat,” ujar Arief.

Sosialisasi untuk menggunakan kantong plastik yang bisa dipakai ulang dan dapat terurai dengan proses alam terus dilakukan pengelola.

Dalam masa sosialisasi itu, PD Pasar Jaya akan menerapkan beberapa cara, mulai dari menaikkan harga kantong plastik hingga kantong plastik berbayar.

“Saya rasa untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik itu mungkin harus dinaikkan harga kantong plastiknya. Itu supaya nantinya masyarakat juga tidak lagi menggunakan kantong plastik,atau mungkin nanti bisa kita terapkan plastik berbayar di pasar-pasar,” ucapnya.

Editor: idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here