BNI Syariah Siap Layani Masyarakat Pematang Siantar

Jakarta, PONTAS.ID – Untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat kota Medan, BNI Syariah hadir di Pematang Siantar yang beralamat di Jalan Sutomo No 15 Kota Pematang Siantar.

Acara Grand Launching Pembukaan KCP Pematang Siantar dihadiri oleh Walikota Pematang Siantar, Hefriansyah; Ketua MUI, Abdul Halim Lubis; serta SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Abdi mengatakan bahwa Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api, berbatasan dengan Selat Malaka menjadikan Medan sebagai kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia serta perluasan pembangunan infrastruktur, perumahan dan berbagai akses lainnya.

Dalam hal ini BNI Syariah hadir memberikan layanan perbankan syariah dan bersinergi dengan seluruh stakeholders di kota Medan, baik pemerintah daerah, pengusaha, akademisi, ulama serta seluruh masyarakat dalam mendukung percepatan ekonomi daerah khususnya dalam pengembangan halal ecosystem.

“Perbankan syariah itu harus bisa diakses hingga masyarakat sub-urban sehingga aktivitas ekonomi bergerak cepat didukung teknologi dan produk jasa yang sesuai segmen sub-urban,” kata Iwan dalam siaran pers BNI Syariah, Jumat (16/11/2018).

Sementar itu Walikota Pematang Siantar, Hefriansyah menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kehadiran BNI Syariah di Pematang Siantar, dan berharap BNI Syariah menjadi bank syariah yang dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat Pematang Siantar.

“Solusi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses permodalan syariah, transaksi ZISWAF ataupun jasa lainnya yang dapat membantu percepatan ekonomi masyarakat,” ujar Hefriansyah.

Alhamdulillah BNI Syariah mendapat sambutan positif dari masyarakat kota Medan, terbukti dengan kinerja BNI Syariah Medan mengalami pertumbuhan positif pada posisi Oktober 2018 mencapai sebesar 300,99 miliar rupiah untuk pembiayaan produktif dan pembiayaan konsumtif.

Dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (tabungan, giro dan deposito) mencapai sebesar 525,55 miliar rupiah dengan aset sebesar 534,55 miliar rupiah.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here