Tiga Bank Syariah Merger, Ini Perubahan Layanan Nasabah

Bank Syariah Indonesia
Bank Syariah Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Tiga Bank Syariah yakni BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah merger menjadi Bank Syariah Indonesia secara resmi mulai efektif berlaku hari ini, Senin (1/2/2021).

Praktis, penyesuaian layanan perlu dilakukan terhadap para nasabah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan izin untuk Bank Syariah Indonesia sebagai entitas baru.

Gabungan anak usaha bank-bank BUMN ini juga akan menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dengan modal inti sebesar Rp 20,4 triliun dengan total aset sekitar Rp 239,56 triliun.

Jaringannya akan ditopang 1.200 cabang di seluruh Indonesia dan 1.700 ATM di seluruh Indonesia, dengan 20.000 karyawan lebih di seluruh Indonesia.

Lantas bagaimana nasib nasabah dengan adanya merger ini? Terdapat sejumlah tahapan penting dalam proses merger yang berdampak pada layanan terhadap nasabah.

Mengutip laman resmi www.mandirisyariah.co.id, www.bnisyariah.co.id, dan www.brisyariah.co.id, per 1 Februari 2021 tiga kantor cabang uji coba terintegrasi siap melayani nasabah dari ketiga bank peserta penggabungan untuk layanan basic servicing.

Selanjutnya, mulai 15 Februari 2021, terdapat tambahan 15 cabang terintegrasi untuk basic servicing bagi seluruh nasabah. Periode Integrasi secara bertahap dilakukan pada 15 Februari – 30 Oktober 2021.

Pada periode ini, nasabah akan secara bertahap dihubungi untuk melakukan migrasi ke Bank Syariah Indonesia sesuai dengan integrasi secara bertahap pada operasional cabang, layanan, dan produk.

Terakhir, pada 1 November 2021 ditargetkan Bank Syariah Indonesia telah terintegrasi secara keseluruhan. Untuk call center, nasabah umum bisa menghubungi 14040 dan nasabah komersial di 1500789.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here