Pemprov DKI Pastikan Lahan Komersial di Pulau Reklamasi Kurang dari 50 Persen

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah.

Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa lahan yang bisa dikomersialkan pengembang di pulau reklamasi yang sudah telanjur dibangun, nantinya kurang dari 50 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah mengakui bahwa sejak awal memang sudah ada perjanjian soal pembagian persentase pemanfaatan lahan di pulau reklamasi di Teluk Jakarta, yakni 51 persen dikelola pengembang dan 49 persen dikelola Pemprov DKI.

“Persentasenya itu 51 koma sekian persen dan 49 sekian. 51 (persen) buat pengembang, tapi kan nanti diambil lagi, buat jalanan, buat penghijauan. Pada akhirnya yang bisa mereka jual juga di bawah 50 persen,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Akan tetapi, dia belum bisa menyebutkan detail peruntukan pulau-pulau reklamasi yang sudah dibangun. Kata Saefullah, detail peruntukan pulau itu akan dituangkan dalam rancangan peraturan daerah tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (ZWP3K).

Raperda itu salah satunya akan berisi tentang rencana detail tata ruang (RDTR) di pulau reklamasi yang sudah dibangun.

“Revisi besarnya nanti pada saat perda itu. Perda RZWP3K itu di dalamnya juga mengakomodir tentang RDTR,” ujar Saefullah.

Sebelumnya Gubernur DKI, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pihaknya telah resmi mencabut izin prinsip pulau reklamasi di Teluk Utara Jakarta, dan menghentikan pengerjaannya pada 13 pulau.

“Jadi dari hasil rekomendasi BKP-Pantura (Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara), kami pastikan 13 pulau yang belum dibangun akan dihentikan pengerjaannya,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Namun, dia tidak mencabut izin empat pulau reklamasi, yakni Pulau C, D, G, dan N, karena sudah telanjur dibangun. “(Pulau) C, D, G, dan N, sudah jadi. Gimana (mau cabut izin), sudah jadi,” tambah Anies.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here