BPK Ungkap Ada 9.080 Temuan dalam IHPS I 2018

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2018 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (2/10).

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan IHPS I 2018 tersebut memuat ringkasan dari 700 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diselesaikan BPK pada semester I tahun 2018, yang terdiri atas 652 LHP keuangan (93%), 12 LHP kinerja (2%) dan 36 LHP dengan tujuan tertentu (DTT) (5%).

“IHPS I Tahun 2018 mengungkapkan bahwa ada 9.808 temuan yang memuat 15.773 permasalahan,” kata Moermahadi dalam sidang paripurna, di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (2/10).

Permasalahan tersebut meliputi 7.539 (48%) permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern (SPI) dan 8.030 (51%) permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan senilai Rp10,06 triliun, serta 204 (1%) permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan senilai Rp1,49 triliun.

Jika dirinci lebih lanjut, permasalahan ketidakpatuhan yang sebanyak 8.030 permasalahan terdiri atas 5.172 (64%) permasalahan senilai Rp10,06 triliun yang merupakan permasalahan yang berdampak finansial dan 2.858 (36%) permasalahan ketidakpatuhan yang mengakibatkan penyimpangan administrasi.

Adapun 5.172 permasalahan ketidakpatuhan, terang Moermahadi, dapat mengakibatkan kerugian sebanyak 3.557 (69%) permasalahan senilai Rp2,34 triliun. Permasalahan tersebut juga mengakibatkan potensi kerugian sebanyak 513 (10%) permasalahan senilai Rp1,03 triliun dan kekurangan penerimaan sebanyak 1.102 (21%) permasalahan senilai Rp6,69 triliun.

“Atas permasalahan ketidakpatuhan yang berdampak finansial tersebut, pada saat pemeriksaan entitas telah menindaklanjuti dengan menyerahkan aset dan/atau menyetor ke kas negara/daerah/perusahaan senilai Rp676,15 miliar (7%),” tuturnya.

Terkait 204 permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan yang senilai Rp1,49 triliun, terdiri dari 29 (14%) permasalahan ketidakhematan senilai Rp1,20 triliun, 5 (3%) permasalahan ketidakefisienan senilai Rp237,26 miliar, dan 170 (83%) permasalahan ketidakefektifan senilai Rp48,18 miliar.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here