Barcelona, PONTAS.ID – Tak seperti biasanya, ada seremoni khusus digelar setelah Barcelona menang 1-0 atas Real Sociedad pada jornada pamungkas La Liga di Camp Nou, Senin (21/5/2018) dini hari WIB. Upacara khusus itu digelar sebagai pesta perpisahan Barca dengan kapten mereka, Andres Iniesta.
Setelah sempat dihibur music yang dipimpin seorang DJ selama sepuluh menit, suasana mendadak hening. Mikrofon pun diserahkan kepada Iniesta yang baru saja melakoni laga terakhirnya bersama klub Katalan itu.
Iniesta tak kuasa menahan tumpahan air matanya saat video momen-momen emasnya bersama Barca diputar menghiasi berbagai layar di sekeliling stadion. Tayangan itu menggambarkan pengabdiannya dalam 16 musim tampil di tim utama Blaugrana. Total, dia ada di klub itu selama 22 tahun sejak pertama kali bergabung akademi Barca, La Masia, pada 1996 di usia 12 tahun.
“Ini sudah 22 tahun yang luar biasa dan merupakan kehormatan untuk membela klub ini yang bagi saya klub terbaik di dunia,” tutur playmaker 34 tahun itu, dikutip Daily Mail.
“Saya ingin berterima kasih kepada setiap rekan tim saya dan Anda semua di stadion. Saya berusia 34 tahun dan saya hanya ingin mengatakan bahwa hati saya akan berada di sini selamanya,” ucapnya.
Rekan-rekan Iniesta pun langsung memeluk dan menggendongnya sambil melontarkannya ke udara di tengah sekitar 90.000 orang yang memadati Camp Nou.
Pelatih Barca Ernesto Valverde yang menjadi nakhoda terakhir Iniesta di klub itu pun memberinya pelukan hangat.
“Saya akan bisa mengatakan di masa depan, saya adalah manajer Barcelona untuk pertandingan yang saat dia (Iniesta) meninggalkan klub ini. Dia seseorang yang tidak akan pernah terulang. Ini malam emosional bagi semua orang. Dia legendaris di sini,” ujar Valverde.
Berikutnya, Iniesta diberi kesempatan membawa trofi La Liga keliling stadion bersama keluarganya. Turut hadir juga, mantan duetnya di lini tengah Barca. Xavi Hernandez.
“Saya masih ingat pertama kali saya melihat Andres bermain. Saya berada di tim junior, dan dia berada dalam tim di bawah umur. Kemudian, seseorang di klub mengatakan kepada saya: ‘Xavi, ada seorang anak laki-laki di sana yang akan menjadi yang terbaik,” tutur Xavi.
“Ketika saya melihat dia bermain, saya berkata pada diri sendiri, ‘Orang ini tidak terlihat seperti saya seperti yang mereka katakan, dia berbeda. Pemain ini memiliki lebih banyak kreativitas, dia penggiring bola yang lebih baik dan bisa menjelajahi lebar lapangan, dan mengirim umpan silang. Anda menyaksikannya bermain dan itu adalah pertunjukan,” Xavi melanjutkan.
























