Soal Kerusakan Keramba Jaring Apung Offshore, Ini Jawaban KKP

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Subjakto /Foto: KKP

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membantah terjadi kerusakan pada Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore) di Pangandaran Jawa Barat. KKP menegaskan kerusakan hanya terjadi pada KJA yang saat ini sedang dikerjakan di Sabang, Aceh.

“KJA Pangandaran tidak rusak,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Subjakto, saat dihubungi PONTAS.id, Senin (21/5/2018) sore.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat yang masuk ke redaksi, disebutkan KJA lepas pantai yang dikerjakan KKP baik yang di Pangandaran dan yang dibuat di Sabang Aceh mengalami kerusakan akibat diterjang ombak.

Terkait kerusakan di Sabang, Slamet mengatakan KJA tersebut rusak akibat arus besar yang terjadi diperairan Sabang pada saat KJA apung sedang dalam proses pemasangan.

“KJA di Sabang pada saat sedang dalam proses pemasangan terkena arus besar. Dan pada saat kejadian, KJA belum selesai 100 persen,” pungkasnya.

Teknologi Norwegia
Sebagaimana diketahui, guna mendorong budidaya ikan kakap putih, KKP membangun KJA lepas pantai di tiga wilayah. Masing-masing, Pangandaran, Karimunjawa, dan Sabang. Total dana yang dibutuhkan untuk membangun tiga KJA itu tersebut sebesar Rp 131,451 miliar.

Ketiga KJA offshore tersebut dibangun dengan mengadopsi teknologi industri perikanan milik Norwegia yang telah dikenal secara luas di dunia budidaya perikanan internasional.

Harapan pemerintah dengan pembuatan tiga KJA offshore tersebut dapat menghasilkan 2.400 ton ikan kakap putih setiap tahunnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleSandiaga Luncurkan Lampu OK O-LED Buatan UMKM
Next articleAndres Iniesta Teteskan Air Mata Dihadapan Pemain Barcelona