Aceh Berduka, Selamat Jalan Adnan Ganto

Jakarta, PONTAS.ID – Kabar Duka Kembali menyelimuti masyarakat Aceh. Pasalnya Adnan Ganto seorang Tokoh Nasional asal Kota Serambi Mekkah tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Selasa (23/3/2021) tepatnya pukul 11.37 WIB.

Alm Adnan Ganto yang lahir di Kuta Makmur, Aceh Utara, pada 4 Februari 1947, tutup usia pada umur 74 tahun. Semasa hidupnya sosok Adnan Ganto dikenal sebagai pribadi yang mempunyai sifat jujur, pekerja keras, dan murah hati.

“Beliau (Adnan Ganto) mempunyai endurance yang sangat kuat di dunia pendidikan dan bidang lainnya yang dijalaninya. Bahkan, beliau ini merupakan orang asia pertama yang berhasil menjabat posisi strategis di sebuah Bank Inggris yaitu Morgan Bank Ltd dan hingga kini belum ada gantinya. Terakhir, Adnan menjabat sebagai Executive Director di New York, Amerika Serikat,” ungkap Farhan Hamid, kerabat Alm Adnan ganto yang juga pernah menjabat sebagai Wakil MPR RI periode 2009-2014 saat ditemui PONTAS.id, Selasa malam (23/3/2021).

Pantauan PONTAS.id di lokasi rumah duka, lalu lalang para pelayat tak kunjung henti berdatangan untuk melihat sosok Alm Adnan Ganto yang terakhir kalinya sebelum dikebumikan esok harinya di Taman Pemakaman Musim Al Azhar Memorial Garden, Karawang. Tak hanya itu, puluhan papan ucapan belasungkawa memadati perkarangan rumah yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto, no 19, Menteng, Jakarta Pusat itu.

Pada kesempatan ini, Basri Ganto putra pertama Adnan Ganto, mengungkapkan bahwa Alm. sang ayah sempat didiagnosa oleh dokter mengalami demensia yaitu penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. “Hal itu membuat Alm ayah tidak banyak berbicara, bahkan di waktu tertentu, ketika ditanya beliau diam saja,” tuturnya

Menurutnya, sosok sang ayah tak akan pernah dilupakannya lantaran selalu menjadi mentor dalam kehidupannya. Terlebih kerjaan yang saat ini ditekuninya tak lepas dari pelajaran yang diberikan oleh sang ayah.

“Ayah selalu menjadi mentor dalam setiap langkah hidup saya, Ayah juga yang memberikan pemahaman kepada saya terkait dunia perbankan. Dan satu lagi, Ayah selalu memberikan waktunya untuk keluarga terutama di saat akhir pekan,” tandasya

Senada, Ketua umum pengurus pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) mengungkapkan ikut berbelasungkawa atas berpulangnya seorang tokoh asal Aceh yang punya reputasi international.

“Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata bahwa warga Aceh di Jakarta betul-betul merasa duka dan kehilangan yang mendalam karena sosok Adnan Ganto yang selama ini menjadi tempat meminta nasehat bagi Pengurus TIM sekaligus juga tempat untuk mendiskusiskan berbagai hal baik kemasyarakatan maupun untuk kepentingan Aceh, bangsa dan negara,” ujar Surya Darma

Dirinya menuturkan, sosok Adnan Ganto dikenal memiliki kecerdasan dan sosial kemasyarakatan dengan kontribusinya bagi pendidikan untuk warga Aceh baik di Jakarta, maupun di Aceh. Almarhum adalah contoh sukses dari anak Buloh Blang Ara, orang Aceh yang selama tiga dekade menjadi Bankir di Bank Kelas Dunia sebagaimana yang tercantum dalam buku biografinya yang ditulis oleh Nezar Patria dan Rusdi Mathari berjudul: Keputusan Sulit Adnan Ganto.

“Dalam kehidupan sehari-hari, Adnan Ganto, sangat bersahaja. Tidak tampak ada tanda-tanda bahwa sesungguhnya dia termasuk orang sangat berpengaruh dinegeri ini. Kondisi ini sulit dipahami oleh berbagai pihak. Lihat saja dalam kasus dengan GAM. Adnan adalah utusan pemerintah pusat, tetapi akrab dengan petinggi GAM mulai dari Malek Mahmud, Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf, Muzakir Manaf, Sofyan Dawood dan lain-lain,” imbuhnya

Lebih lanjut, dalam banyak kasus, hampir semua pihak meminta nasehat Adnan Ganto.

Untuk urusan Aceh, Adnan memang tidak pernah bisa menepis apapun bentuknya. Pada masa pembangunan Aceh kembali sejak tsunami 2004, pasca MoU Helsinki dan sampai sekarang, Adnan tidak pernah berhenti membantu untuk sejumlah program baik diminta pemerintah Aceh atau pun melalui berbagai lembaga dan organisasi sosial lainnya.

“Dia punya kekuatan sebagai individu dengan kepribadian yang baik, dan jaringan yang luas di kalangan elit. Bahkan Almarhum Adnan Ganto juga berhasil mengubah status BPD Aceh menjadi Bank Syariah Aceh, tanpa melalui spin off pada tahun 2016,” tutupnya

Sementara itu, secara terpisah salah satu tokoh pers asal Aceh Adnan NS menceritakan sosok Adnan Ganto yang dikenalnya. “Adnan ganto itu sosok santun, mulia, mudah senyum gampang menyapa siapa saja. Kalau ketemu orang sedang bersamaan makan di Restauran pasti dibayarnya,” ujar Adnan Ns

Kala itu, Kalau ketemu dengan senator Indonesia perdana Adnan NS, yang memiliki kesamaan nama dengannya langsung menyapa dengan sebutan eumpie (pengganti kesamaan sama) dalam tutur kata dan etika bahasa Aceh.

Suatu ketika dua Adnan ini ikut seminar pembangunan Aceh di Hotel borobudur 2008. Walikota Langsa Zulkifly Zaunun yang juga duduk di baris depan sempat tertidur dan menjadi pusat perhatian orang.

Sangking santunnya Dia (Adnan Ganto), membangunkannya dengan mengucapkan salam memakai suaranya agak besar sebanyak dua kali sembari mendekatkan mulutnya ke telinga walikota itu.

“Assalamualaikum, assalamualaikum” sebutnya mencontohkan ucapan dari Almarhum Adnan Ganto

 

Penulis : Rahmat Mauliady/Deddy Muttaqin
Editor : Pahala Simanjuntak

 

Previous articleSelama Pandemi, Jumlah Penguna Dana Tembus 60 Juta Pengguna
Next articlePemerintah Terbitkan Aturan Perizinan Turunan UU Ciptaker