Teluk Balikpapan Tercemar Limbah B3, Zona Verifikasi Diperluas

Petugas melakukan penyisiran sisa-sisa ceceran minyak di sekitar Teluk Balikpapan

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Pertamina menambah zona verifikasi daerah terdampak ceceran minyak Teluk Balikpapan. Penambahan zona merupakan hasil diskusi Pertamina dengan pemerintah Kabupaten PPU, Jumat (13/4/2018).

Saat berdiskusi dengan pemerintah Kabupaten yang dipimpin Yusran Aspar selaku Bupati PPU, Manager HSE Refinery Pertamina J. Prihartanto menyatakan tujuan diadakannya diskusi tersebut untuk kembali memetakan sebaran daerah terdampak ceceran yang mungkin belum termonitor oleh pihak Pertamina.

“Dukungan pemerintah daerah menjadi hal yang penting salah satunya untuk memetakan daerah terdampak”, ujar Prihartanto, dalam siaran persnya.

Prihartanto menjelaskan, adapun strategi yang dicanangkan terdiri dari 3 tahapan. Pertama adalah verifikasi kondisi awal, dilanjutkan dengan strategi pembersihan dan kemudian dilakukan kembali verifikasi pasca pembersihan.

“Tim akan menggunakan score card yang nantinya akan ditandatangai apabila telah disepakati oleh semua anggota tim. Beberapa aspek yang ditinjau adalah pengamatan secara visual, persentase kebersihan,” kata dia.

Bentuk Satgas
Menanggapi diskusi yang dilaksanakan hari ini, Sekretaris Daerah Kabupaten PPUT Tohar menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan kepada Pertamina guna mempercepat pemulihan.

Pemerintah Kabupaten PPU kata Tohar, juga telah membentuk satuan tugas yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan hingga para Lurah dari daerah terdampak.

“Kejadian ini merupakan musibah. Yang penting sekarang adalah tindak lanjut penyelesaian masalah. Harapan saya tim verifikasi dari Pertamina bersama-sama dengan tim yang telah kami bentuk dapat segera terjun ke lapangan”, ujar Tohar.

Limbah B3
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah mengungkapkan hasil evaluasi yang dilakukan tim KLHK terkait pencemaran tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Survei dilakukan di lokasi sepanjang pantai di Teluk Balikpapan dari Pantai Lamuru sampai dengan Pantai Banua Patra 12.600 meter (12,6 Km)

Dari survei itu, tim KLHK memerkirakan luas pantai terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), minyak bumi sebesar 29.733,8 m2, “Perkiraan volume tanah terkontaminasi Limbah B3 minyak bumi adalah 12.145,4 m3,” kata Menteri KLHK Siti Nurbaya, pada Kamis (12/4/2018).

Seluruh lokasi kata Siti, dilakukan pengambilan sampel pada hari ini Kamis 12 April 2018 lalu, untuk mengetahui besarnya kontaminan yang mencemari wilayah tersebut, “Lokasi-lokasi tersebut perlu dilakukan kajian detail untuk penyusunan rencana pemulihan,” imbuhnya.

“Saya juga terus menunggu laporan harian dari tim lapangan,” pungkasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleJokowi Serahkan Sertifikat, BPN Targetkan 80 Ribu Sertifikat Di Papua 2018
Next articleJaksel dan Jaktim Bakal Diguyur Hujan Siang Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here