Heboh Telor Palsu, Pemprov DKI: Tidak Terbukti!

Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada telur palsu yang beredar di wilayah DKI Jakarta.

Penjelasan resmi atas isu ini dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta, bertempat di Jak Grosir Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (20/3/2018).

“Berdasarkan tindak lanjut pemeriksaan secara organoleptik, didapat hasil bahwa telur-telur tersebut asli tidak palsu, sebagaimana yang dilaporkan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni.

Untuk diketahui, beberapa telur diambil sebagai sampel, yang selanjutnya dikirim ke Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan, Teknologi Peternakan, dan Pengujian Mutu Hasil Peternakan, Bambu Apus, Jakarta Timur untuk dilakukan pengujian.

Hasilnya, sampel telur tersebut adalah asli dengan kualitas yang baik. Adapun rincian hasil pengujian adalah sebagai berikut:

Dari pengujian secara fisik didapat berat sampel telur bervariasi; bentuk kerabang, keadaan putih telur, selaput dan rasa normal, namun terdapat satu sampel yang mana kebersihan kerambang kotor

Kemudian, tinggi albumin telur bervariasi dari 4.05 sampai dengan 10.14 mm; sementara Tinggi Haught Unit (HU) sampel telur bervariasi antara 58 sampai dengan 97,5.

Dari hasil pengujian fisik didapat kualitas sampel telur: 6 sampel berkualitas AA; sementara 1 sampel berkualitas B

Dan dari hasil pengujian kimia genetic ayam/DNA ayam (metode PCR) memberikan respons positif, artinya gen dari sampel telur tersebut adalah gen ayam.

Rekaman Video
Pengujian yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat tertanggal 14 Maret 2018 bahwa telur yang diperoleh dari kegiatan Penyaluran Pangan Bersubsidi untuk Masyarakat Tertentu diduga palsu dengan ciri-ciri, yaitu putih telurnya encer, terdapat lapisan kertas pada cangkang/kulit telur, kuning telurnya kenyal (kejadian pengaduan terekam dalam bentuk video).

Lalu, pada tanggal 15 Maret 2018, Tim Pengawas dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian yang terdiri dari perwakilan Bidang Peternakan, Bidang Ketahanan Pangan, Pengawas Mutu, “Dan PPNS serta perwakilan dari Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Pusat melakukan konfirmasi mengenai kebenaran pengaduan tersebut,” pungkas Darjamuni

Telur Asli
Sementara itu, pihak PT Food Station Tjipinang Jaya turut menegaskan bahwa bahan pangan murah yang diperdagangkan maupun disalurkan dalam program Pangan Murah KJP adalah bahan yang masih segar dan berkualitas baik.

“Tidak ada telur palsu seperti yang diisukan beberapa waktu lalu. Hasil uji juga menunjukkan, telur-telur yang diperjualbelikan ini asli dan berkualitas baik,” ujar Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi.

Dalam program Pangan Murah KJP, telur ayam dijual seharga Rp 10.000/tray atau sebanyak 15 butir. Sementara untuk komoditi lain yang dijual melalui program ini, di antaranya daging sapi ditawarkan Rp 35.000/kg, daging ayam Rp 8.000/kg, beras FS kualitas premium Rp.30.000 kemasan 5 kg, ikan kembung Rp.13.000 isi 6-7 ekor, dan Susu UHT Rp.30.000 isi 24 psk/200 ml.

Dengan penjelasan ini diharapkan dapat meredam isu yang merebak di masyarakat terkait beredarnya telur palsu dan tidak lagi menimbulkan keresahan serta kekhawatiran bagi warga, khususnya di wilayah DKI Jakarta. (Edu)

Penulis: Edu
Editor: Hendrik JS

Previous articleBerdamai dengan Taylor Swift, Begini Cara Katy Perry
Next articleIndustri 4.0 Dorong RI Masuk 10 Besar Ekonomi Global