Karo, PONTAS.ID – Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat berharap DJOSS (Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus) dapat menang telak di Kabupaten Karo. Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut sendiri telah mengatakan bahwa target kemenangan DJOSS di Kabupaten Karo minimal 75 persen.
“Relawannya banyak, kader juga bekerja keras dan Djarot yakin kemenangan lebih dari 75 persen. Kenapa? Karena masyarakat Karo sudah tahu, mana yang marhaen, yang mana pemimpin yang berpengalaman, wong cilik,” kata Djarot dalam Acara Rakercabsus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo, Selasa (13/3).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan bahwa di Kabupaten Karo banyak ditemukan kaum nasionalis. Pada kesempatan itu, Djarot pun menyinggung soal peredaran narkoba.Ia berharap agar masyarakat bersama-sama memberantas narkoba sebab berbahaya bagi generasi penerus bangsa.
Bahkan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berkali-kali menegaskan bahwa siapa pun kader yang terbukti mengonsumsi narkoba akan ditindak tegas.
Selain narkoba ancaman kedua adalah korupsi. Soal ini, Ketum Megawati juga akan bertindak tegas terhadap siapapun kader yang terbukti mencuri uang rakyat. Dan, ancaman ketiga adalah terorisme.
“Tapi yang paling saya minta tolong agar narkoba dan korupsi agar diberangus,” ujarnya.
Djarot juga menyoroti perolehan kursi di DPRD Kabupaten Karo, yang terus merosot padahal merupakan basis partai bersimbol banteng tersebut. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh kader PDI Perjuangan bekerja keras turun ke lapangan.
“Caranya gampang. Para kader tolong sampaikan pesan pada tanggal 27 Juni 2018, 1 datang, 2 coblos, 3 pulang. Tapi buktikan dulu di pilgubsu ini. Mudah-mudahan, kemenangan di pilgubsu akan ikut mendongkrak perolehan kursi di legislatif,” pungkas Djarot.
Ia juga berpesan ke para kader dalam melakukan pemenangan pasangan DJOSS harus tetap santun. lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa fakta di lapangan ada banyak masyarakat ingin memilih pasangan Djarot-Sihar, karena melihat sosoknya. Meski mereka berasal dari berbeda partai politik.
“Itu tak masalah karena kita semua saudara, memiliki tujuan yang sama agar di Sumut, semua urusan mudah dan transparan,” tandasnya.




























